Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Sadranan Serentak Diklaim Lebih Meriah

10 April 2019, 13: 17: 24 WIB | editor : Perdana

POTENSI DAERAH: Muspika membuka tenongan di Kantor Camat Cepogo, kemarin (9/4). Menandai diawalinya Grebeg Sadranan serentak yang diikuti 15 desa, Minggu (14/4).

POTENSI DAERAH: Muspika membuka tenongan di Kantor Camat Cepogo, kemarin (9/4). Menandai diawalinya Grebeg Sadranan serentak yang diikuti 15 desa, Minggu (14/4). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Perayaan tradisi Sadranan di Kecamatan Cepogo, Boyolali tahun ini diklaim bakal lebih meriah. Untuk pertama kalinya, kegiatan yang hanya ada di bulan Ruwah (penanggalan jawa) ini dibuka secara serentak, Minggu (14/4).

Camat Cepogo, Insan Adi Asmono mengungkapkan, setiap tahun ada 15 desa di Kecamatan Cepogo menggelar Sadranan. Sesuai kesepakatan masyarakat, masing-masing dusun atau desa menggelar tradisi secara bergantian. ”Khusus tahun ini, kegiatan kami jadikan satu pembukaannya,” teerangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (9/4).

Sadranan serentak mengangkat tema Gerebeg Nyadran. Berdoa disertai kenduri tenongan, gunugan hasil bumi, dan gunungan makanan khas. Panitia bakal mengumumkan jadwal sadranan di 15 desa. ”Utamanya doa bersama agar Cepogo senantiasa menjadi daerah yang makmur, adil, dan sejahtera,” papar Insan.

Acara diawali arak-arakan tenongan. Terdiri dari 315 tenongan, 45 tumpeng, 7 gunungan hasil bumi, dan 7 gunungan makanan khas. Diarak perwakilan masyarakat dari 15 desa di Cepogo. Serta perangkat desa masing-masing. Arakan dipimpin dua bregodo prajurit Pesangrahan Paras. Lengkap dengan korps musik. Rombongan terbagi dari dua kelompok. 

Dari arah barat terdiri dari Desa Wonodoyo, Jombong, Gedangan, Sukabumi, Genting, Cepogo, Kembangkuning, dan Gubug. Sratr dari lapangan Desa Mliwis. Sementara rombongan dari arah timur diikuti Desa Sumbung, Paras, Mliwis, Jelok, Bakulan, Candigatak, dan Cabeankunti. Start dari kantor BKAD Kecamatan Cepogo.

Selanjutnya, tenongan dan tumpeng dari desa rombongan timur diletakkan berjajar di tepi jalan depan kecamatan. Setelah dipimpin doa bersama, masyarakat dipersilahkan menikmati makanan serta berebut gunungan. ”Semua perangkat acara menggunakan pakaian adat Jawa,” tersang Insan.

Ketua Panitia Sadranan, Komedi menambahkan, kegiatan bakal dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata di Cepogo. Sekaligus melestarikan kebudayaan daerah dan adat istiadat setempat. ”Harapannya kegiatan ini dapat dilaksanakan serentak setiap tahun,” beber pria yang juga Kades Genting ini. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia