Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Belum Coblosan, Prabowo Klaim Menang 58 Persen

10 April 2019, 19: 09: 11 WIB | editor : Perdana

Belum Coblosan, Prabowo Klaim Menang 58 Persen

SOLO - Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku telah mengunci kemenangan pada angka 58 persen. Itu akan didapat jika tidak ada pihak yang berbuat kecurangan selama proses pemilihan, penghitungan, hingga penetapan pemenang.

Hal tersebut disampaikan dalam Kampanye Akbar Rapat terbuka di Stadion Sriwedari Solo Rabu (10/4). Kampanye yang dihadiri ribuan kader partai Koalisi Indonesia Adil Makmur dan relawan itu diawali dengan orasi dari beberapa tokoh nasional.

Di antaranya, Neno Warisman, Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, Bachtiar Natsir, Titiek Soeharto, dan Rachmawati Soekarnoputri. Selain itu, juga hadir Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Fadli Zon, Adhyaksa Dault serta Bibit Waluyo dan Rustriningsih

Dalam orasi kurang lebih satu jam, Prabowo menyebut asal-usul besaran angka kemenangan yang diperoleh. Angka 58 persen, kata Prabowo, didapat dari hasil survei internal. Hasil survei miliknya dianggap lebih valid dibandingkan hasil jajak pendapat yang menyebar di media massa. 

Meski unggul, di hadapan ribuan pendukungnya, dia meminta untuk tidak jumawa atas hasil survei tersebut. Pendukung 02 diminta harus tetap waspada hingga hari pencoblosan.

“Survei dilakukan oleh lembaga yang benar, lembaga yang akurat. Bukan lembaga-lembaga abal-abal, bukan lembaga yang menjual diri.  Bukan lembaga survei yang membohongi rakyat. Hitungan kita, kita berada di posisi yang sangat kuat. Kita di ambang kemenangan, tapi kita tidak boleh adigang adigung adiguna, aja dumeh. Kita harus eling lan waspada. Jaga TPS. Awasi panitianya,” papar Prabowo.

Meski merasa mendapat banyak halangan, Prabowo yakin dia dapat meraih kemenangan dalam pemilu kali ini. Ia berjanji akan menurunkan tarif dasar listrik dalam 100 hari kerjanya. Selain itu, dia juga menjanjikan penurunan harga daging dan sembako, jaminan kesejahteraan petani dan penghentian impor yang tidak perlu. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia