Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

85 Orang Honorer K2 Pemkab Klaten Urung Terima Insentif

11 April 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Perdana

SIMBOLIS: Penyerahan insentif bagi tenaga honorer K2 di Gedung Al Mabrur Klaten.

SIMBOLIS: Penyerahan insentif bagi tenaga honorer K2 di Gedung Al Mabrur Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali memberikan insentif kepada 1.401 tenaga honorer K2. Terdiri dari guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Para tenaga honorer tersebut mendapatkan insentif sebesar Rp 3,6 juta per tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Sri Nugroho mengatakan, awalnya yang akan menerima insentif 1.486 orang. Terdiri dari 1.190 tenaga honorer K2 yang tidak lulus dan 296 yang lulus.

”Tetapi setelah dilakukan verifikasi per April 2019, GTT dan PTT yang berhak menerima hanya 1.401 orang. Ada pengurangan 85 orang karena beberapa hal,” kata Sri Nugroho kepada Jawa Pos Radar Solo usai menyerahan insentif di Gedung Al Mabrur Klaten, kemarin (10/4).

K2 yang tidak menerima insentif karena sudah tidak aktif lagi. Beberapa ada yang sudah meninggal dunia. Ada pula yang diterima di Kemenag, pindah ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan menjadi perangkat desa. Selain itu, terdapat K2 yang pindah ke jenjang SMA. Serta sudah diterima menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Mereka tidak berhak menerima insentif lagi tahun ini.

”Pemkab telah menganggarkan insentif sebesar Rp 5,43 miliar. Nilai insentif bisa meningkat dengan tetap melihat postur APBD. Pemberian insentif ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian pemkab kepada GTT dan PTT dalam mencerdaskan anak bangsa,” papar Sri Nugroho.

Pembagian insentif dilakukan April karena mendekati tahun ajaran baru. Biaya pendidikan untuk masuk sekolah sangat dibutuhkan K2 yang sudah berkeluarga. Sri Nugroho berharap insentif terus berlanjut setiap tahunnya. 

Dwi Sulistyanto, 44, PTT asal Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan mengapresiasi pemberian insentif tersebut. Dirinya berharap nominalnya terus meningkat. ”Saya ucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah. Apalagi kami sangat membutuhkan biaya pendidikan anak saya tahun ini,” jelas pria yang bekerja di Korwil Kecamatan Wonosari selama 15 tahun tersebut. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia