Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Penataan dan Penertiban Arsip OPD Dikebut

12 April 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

BERSERAKAN: Penilaian dokumen dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten di Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten.

BERSERAKAN: Penilaian dokumen dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten di Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Penataan arsip di organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten lemah. Didasari hasil audit Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Klaten. Terhadap empat OPD pada 2018. 

Kepala Bidang (Kabid) Arsip, Dinas Arpus) Klaten Rinto Patmono menjelaskan, audit melibatkan pengawas dari Inspektorat. Menyebut penataan kerasipan buruk. OPD masih mencampur aduk tanpa adanya klasifikasi. Dia juga mengaku pemahaan terkait kearsipan dari OPD masih kurang.

Sebelum audit tersebut, sejatinya sudah dilakukan pembinaan. Termasuk praktik langsung, bagaimana mengelola arsip yang tepat. Menyasar Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluraga Berencana (Dissos dan P3AKB), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan.

Pembinaan ini untuk memudahkan pencarian dan keawetan dokumen itu sendiri. Namun pada kenyataan, hasilnya tidak menunjukan perubahan. Seluruh dokumen masih dijadikan satu dan disimpan ala kadarnya. Tidak dilakukan pemilahan maupun penilaian.

”Tahun ini kami akan menggelar lagi pembinaan. Tetapi OPD mana saja, saya belum tahu. Apalagi ini juga ada permintaan dari Puskesmas,” kata Rinto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Banyak kendala dihadapi dalam pembuatan arisip di masing-masing OPD. Salah satunya kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang fokus pengelolaan arsip. Nah dalam pembinaan nanti, masing-masing OPD wajib menentukan pegawainya khusus untuk pengelolaan arsip.

Kendala lain yakni tidak adanya gudang untuk penyimpanan arsip. Percuma jika penataan arsip sudah diklasifikasikan, namun tidak memiliki gudang. Rinto berharap setiap OPD wajib punya gudang.

Depo arsip yang ada di Dinas Arpus saat ini hanya menerima arsip statis. Sudah dilakukan klasifikasi serta penilaian sebelum disimpan. Melibatkan sekitar 17 tenaga harian.

”Gudang harus diatur suhu ruangannya. Kalau terlalu lembab mudah muncul jamur dan merusak dokumen. Perlu menjadi perhatian bersama berbagai pihak untuk saling mendukung. Jika ada OPD yang mengajukan pengadaan ruang penyimpanan arsip,” bebernya.

Sementara itu, Arsiparis Dinas Arpus Klaten Nina Sukmanawati menambahkan, jumlah arsiparis terampil di Klaten hanya empat orang. Di Dinas Arpus dua pegawai saja. Dianggap kurang ideal dalam menjalankan tugas. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia