Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pengakuan Mengejutkan Pelempar Bus Eka, Punya Dendam Pribadi

12 April 2019, 19: 41: 22 WIB | editor : Perdana

Pengakuan Mengejutkan Pelempar Bus Eka, Punya Dendam Pribadi

SRAGEN – Pengakuan mengejutkan diungkapkan pemuda pelaku pelempar Bus Eka jurusan Magelang-Surabaya, Yeri Gunawan, 21. Ia mengaku nekat melempar bus yang akhirnya menyebabkan kecelakaan maut lantaran punya dendam dengan bus antar kota antar provinsi (AKAP).

”Pengakuan pelaku, dia sudah empat kali melakukan pelemparan bus, ngakunya punya dendam karena dulu pernah dipepet oleh bus. Yang jelas, (pelaku, Red) terpengaruh mabuk dan pikiran jelek ,” kata Wakapolres Sragen Kompol Saprodin mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan Jumat (12/4).

Atas kasus tersebut, Saprodin menyampaikan, semua pihak sebenarnya dapat memetik pelajaran. Termasuk sopir bus AKAP yang melintas juga harus tertib berkendara. Jangan melanggar peraturan dan membahayakan pengguna jalan lain.

Sementara itu, Yeri mengaku menyesal atas tindakan yang dilakukannya. ”Iya kemarin mabuk. Menyesal, Pak. Tidak diulangi, sudah empat kali melempar. Dulu di Masaran pernah hampir ketabrak,” ungkapnya.

Dalam melakukan aksinya kali ini, Yeri ditemani Purnomo Budianto, 26. Para pelaku dikenai Pasal 170 subsider Pasal 406 junto Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Bus Eka mengalami hilang kendali di Ring road Sragen pada Rabu (10/4) malam. Bus sempat menabrak pohon, pagar, dan tiga motor. Akibat kejadian itu, empat pengendara maupun pembonceng motor mengalami luka-luka. Sementara satu pembonceng atas nama Suprapti, 32, warga Dukuh Grompolan, Desa Tangkil, Sragen meninggal dunia. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia