Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Bawang Meroket, Cabai Malah Anjlok

13 April 2019, 15: 55: 29 WIB | editor : Perdana

BELUM STABIL: Pedagang sayuran di Pasar Boyolali Kota, kemarin (12/4).

BELUM STABIL: Pedagang sayuran di Pasar Boyolali Kota, kemarin (12/4). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Harga komoditas bawang di Kabupaten Boyolali masih meroket. Kenaikan terjadi sejak sepekan ini. Naiknya harga komoditas bumbu dapur ini disebabkan tingginya permintaan masyarakat pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa).

Heri Wibowo, 35, pedagang bumbu dan sayuran di Pasar Boyolali Kota membenarkan kenaikan harga tersebut. Banyak kegiatan tradisi yang digelar masyarakat di Kota Susu sepanjang Ruwah ini. Alhasil permintaan bawang merah dan bawang putih tinggi. ”Banyak juga orang yang punya hajat jelang puasa,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (12/4).

Harga bawang merah kecil semula dikisaran Rp 20-25 ribu per kilogram. Kini tembus Rp 40 ribu per kg. Begitu juga dengan bawang merah besar dari harga Rp 25 ribu per kg, saat ini mencapai Rp 45 ribu per kg. ”Bawang putih juga sama mengalami kenaikan. Satu kg kini harganya Rp 40 ribu,” ujarnya.

Kenaikan harga juga dialami komoditas daging ayam. Semula Rp 25 ribu, saat ini naik jadi Rp 32 ribu per kg. ”Kalau penjualan tetap sama, tidak ada penurunan. Hanya saja pembeli yang mengeluh karena kemahalan,” papar Heri.

Sementara itu, harga cabai justru anjlok. Hampir seluruh jenis cabai harganya Rp 14 ribu per kg. Turunnya harga cabai tersebut berkisar antara Rp 2-4 ribu per kg. ”Harga cabai yang tinggi hanya cabai jenis teropong. Cabai ini kurang banyak diminati,” terangnya.

Sementara itu, di situs pangan.boyolali.go.id, tak ada lagi informasi mengenai harga pangan di Boyolali. Padahal informasi ketersediaan pangan yang dikelola Pemerintah kabupaten (Pemkab) Boyolali ini sangat penting. Sebagai pedoman bagi penjual dan konsumen. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia