Kamis, 19 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Seminar Bahaya Kanker Serviks di Sahid Jaya

13 April 2019, 16: 11: 01 WIB | editor : Perdana

EDUKASI: Talkshow kanker serviks di Sahid Jaya.

EDUKASI: Talkshow kanker serviks di Sahid Jaya. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menyambut Hari Kartini, Hotel Sahid Jaya Solo menggelar talkshow. Mengangkat tema Cegah dan Kenali Kanker Serviks di balroom hotel setempat, kemarin (12/4). Public Relations Hotel Sahid Jaya Solo Septiarona S., mengatakan talkshow ini digelar agar kaum wanita sadar akan bahaya kanker serviks.

”Topik ini dipilih karena kanker serviks menjadi momok di mata wanita. Tak hanya talkshow saja, melainkan juga pemeriksaan pap smear. Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan ini. Artinya animo mayarakat cukup tinggi,” kata wanita yang akrab disapa Rona ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Hadir sebagai pembicara, Dr. Rachmat Andy N. Memberi pemaparan pada para peserta tentang hal-hal yang berpotensi memicul munculnya kanker serviks. Serta bagaimana pencegahannya. Dokter lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini juga mengajak untuk meningkatkan kesadaran akan gaya hidup sehat.

Menurutnya, di Indonesia baru sedikit yang tahu soal virus penyebab kanker serviks. Yaitu Human Papillomavirus (HPV). HPV sebenarnya virus umum. Ada pada tiap orang dan mudah menular. Penularan HPV, 85 persen melalui hubungan seksual. Sisanya bisa dari tangan, handuk, atau pakaian. Sekitar 130 tipe HPV, ada 4 yang paling sering menginfeksi manusia. Yakni tipe 6, 11, 16, dan 18.

”Wanita rentan terkena kanker leher rahim. Rendahnya tingkat kesadaran dan pengetahuan cukup berbahaya. Para wanita harus banyak memiliki pengetahuan mengenai kesehatan rahim dan alat vital itu sendiri. Tentunya dengan menerapkan gaya hidup sehat,” papar Rachmat.

Sementara itu, puncak acara Hari Kartini digelar 22 April mendatang. Ada beragam perlombaan digelar. Salah satunya membuat kreasi omelet. Hasil kreasi pemenang akan disajikan pada menu breakfast hotel. Pada tanggal itu juga, seluruh staf hotel, khususnya perempuan mengenakan busana Jawa atau kebaya. (ser/gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia