Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kerek PAD, Running Text Dikomersialkan

14 April 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Perdana

STRATEGIS: Media promosi running text di depan balai kota diberdayakan menambah pendapatan daerah.

STRATEGIS: Media promosi running text di depan balai kota diberdayakan menambah pendapatan daerah. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot akan mengomersialkan enam titik running text. Selama ini, media promosi tersebut hanya menampilkan iklan layanan masyarakat (ILM). Media promosi running text itu tersebar di lingkungan balai kota, simpang empat Timuran, dan simpang empat Sewu

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta Yosca Herman Soedrajad, mengatakan, upaya tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Pada 2019, penerimaan pajak daerah ditarget Rp 343 miliar dari sembilan jenis pajak. Yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan pajak bumi bangunan (PBB).

Awal 2018, pemkot menargetkan PAD Rp275 miliar. Tapi, perolehan melampaui target menjadi Rp 320 miliar. “Komersialisasi running text itu dapat mengikuti aturan pembagian pada videotron, yakni 80:20, sehingga ILM masih mendominasi tayangan. Running text dan videotron menjadi salah satu media promosi kekinian,” katanya, Sabtu (13/4).

Kendati begitu, lanjut Herman, pemkot tetap mempertahankan media luar ruang tradisional seperti MMT. Selain running text, pemkot memiliki tiga videotron berlokasi di simpang empat Gendengan, simpang tiga Sriwedari, dan simpang tiga Kerten.

“Yang di Tugu Makutho, simpang empat Purwosari, dan dekat Tugu Pemandengan itu bukan punya kami. Dalam waktu dekat ada dua bank BUMN lagi memasang di dekat Loji Gandrung depan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK,Red) dan di bunderan Tugu Wisnu Manahan,” terangnya. 

Ditambahkan Herman, investasi satu unit videotron mulai dari Rp1 miliar hingga Rp 1,5 miliar tergantung ukuran. Sedangkan pajaknya bisa sampai Rp 400 juta per tahun. 

Sebelumnya, Kasubid Perhitungan dan Penetapan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta Wulan Tendra Dewayani mengatakan, lokasi videotron terbaru milik pemkot bakal dibangun di dekat Terminal Tirtonadi.

Kendati lokasi pembangunan videotron sudah pasti, pemkot masih mempertimbangkan potensi pendapatan dari titik itu. “Ada space cukup di pojok dekat Taman Tirtonadi. Harapan kami masyarakat dari berbagai arah bisa melihat. Tapi, karena masih rencana, bisa juga berubah kalau ada pertimbangan lain,” papar dia. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia