Minggu, 21 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo

165 Siswa Peserta UTBK Absen

14 April 2019, 00: 11: 00 WIB | editor : Perdana

KETAT: Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jamal Wiwoho memantau UTBK di kampus setempat kemarin (13/4).

KETAT: Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jamal Wiwoho memantau UTBK di kampus setempat kemarin (13/4). (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

SOLO – Hari pertama ujian tulis berbasis komputer (UTBK) 2019 kemarin (13/4) berjalan lancar. Namun, untuk sesi pertama, sebanyak 165 peserta atau sekitar delapan persen absen.

Itu karena mereka sudah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur undangan atau seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN).

"Sesuai ketentuan, bagi siswa yang sudah diterima jalur undangan tidak bisa ikut UTBK," jelas Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jamal Wiwoho kepada Jawa Pos Radar Solo usai melakukan peninjauan di sejumlah lokasi ujian didampingi Ketua UTBK Pusat UNS Sutarno.

Pantauan UTBK merupakan kali pertama dilakukan Jamal setelah dilantik sebagai rector UNS oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir belum lama ini.

Selain UTBK di lingkungan kampus UNS, Jamal juga meninjau ujian di sekolah mitra, SMAN 1 Surakarta. Menurutnya, tidak ada kendala berarti yang dihadapi peserta.

Peserta UTBK tidak diperkenankan membawa barang apapun, terutama smartphone. Jadi di luar ruang komputer terdapat tumpukan tas peserta. 

“Perubahan ujian berbasis paper ke komputer ini sebagai bentuk efisiensi. Namun, untuk tahap sekarang, pengeluaran (biaya,Red) UTBK belum bisa ditekan karena harus menyewa ruang, komputer, dan genset sekolah," ungkap Jamal.

Pada pelaksanaan perdana UTBK tahun ini memerlukan enam lokasi ujian di kampus UNS dan sembilan lokasi ujian di sekolah mitra.

Ketua UTBK Pusat UNS Sutarno menambahkan, setelah mengikuti UTBK, sepuluh hari ke depan peserta akan mengetahui nilainya. Nilai inilah yang akan dipakai untuk mendaftar dan memilih program studi di PTN. "Peserta bisa mengikuti UTBK lebih sekali dan menggunakan nilai terbaiknya," terangnya.

Ditambahkan Sutarno, pihaknya telah memberikan pelatihan bagi para pengawas ujian. “Teknis pelaksanaannya sama dengan UNBK (ujian nasional berbasis komputer, Red). Untuk mengantisipasi kebocoran soal seperti saat UNBK, alat komunikasi dan barang-barang apapun tidak boleh masuk ke dalam ruang ujian. Kalau terjadi kecurangan pengawas harus segera melaporkan,” papar dia.

Pelatihan juga diberikan bagi para teknisi. Itu untuk menyamakan persepsi dengan pengawas ujian. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia