Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Komunitas Cat Lovers, Luruskan Pemahaman Yang Salah Tentang Kucing

14 April 2019, 16: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas Cat Lovers, Luruskan Pemahaman Yang Salah Tentang Kucing

Cat Lovers Solo tebentuk tidak hanya sebagai ajang kumpul sesama pecinta dan pehobi kucing. Namun juga memiliki misi, meluruskan anggapan salah kaprah yang beredar di kalangan masyarakat awam. Gilang mengaku masih banyak hal salah tentang kucing yang dipahami masyarakat sampai sekarang.

Misalnya anggapan kucing tercantik adalah jenis kucing anggora. Padahal anggapan salah kaprah. Itu lah salah satu pemahaman yang perlu diluruskan di masyarakat awam.

"Di Solo malah engga ada yang punya kucing anggora. Di Indonesia, baru ada kucing anggora dua tahun terakhir ini. Kucing yang pure anggora. Jimmy Bhinneka, breeder yang mendatangkan dari Turki ke Indonesia. Turkish Angora. Jumlahnya belum ada 10 ekor di Indonesia," kata Ketua 2 Cat Lovers Solo, Gilang Franz Yudha kepada Jawa Pos Radar Solo.

Anggapan lain adalah komunitas pecinta kucing harus punya kucing ras yang bagus. ”Padahal tidak demikian, pecinta dan pehobi kucing pun juga punya kucing domestik. Yang biasa disebut kucing kampung itu. Mereka yang punya kucing ras, pasti suka kucing domestik," jelasnya.

Gilang menyebut sudah saatnya menghapus stigma miring tentang kucing domestik. Jika sebagian orang menganggap kucing domestik kotor, membawa penyakit dan virus, itu salah besar. Semua kucing berpotensi terkena virus. Bukan hanya kucing tertentu.

"Virus paling umum, Panleikopenia yang menyerang saluran pencernaan. Kalicy menyerang pernapasan. Dua virus ini menyerang segala kucing. Jadi bukan berarti kucing domestik kebal terhadap virus. Kemungkinan hidup sangat kecil," terangnya.

Inilah pentingnya vaksi untuk kucing. Virus yang beredar di Indonesia banyak jenisnya. Mau tidak mau, kucing yang dipelihara harus divaksin. Baik kucing ras maupun kucing domestik. Demi kesehatan kucing.

"Kami di Car Lovers Solo tidak melihat jenis kucingnya. Tapi lebih ke kesejahteraan kucingnya. Meskipun kucing domestik, kalau perawatannya tepat juga bisa bagus. Indikator kucing sehat itu aktif, bersih, badan proporsional, dan good looking. Meski terlihat lucu, kucing obesitas itu malah rawan penyakit. Seperti diabetes dan penyakit jantung," ujarnya.

Gilang mengaku member nonaktif Cat Lovers Solo terdiri dari ribuan owner kucing yang tersebar di wilayah Kota Bengawan dan sekitarnya. Namun tercatat ada 150 member aktif yang masih rutin kumpul tiap Jumat. Masing-masing membawa kucing kesayangannya saat kopi darat.

"Kucing Persia paling banyak. Ada kucing eksotik, kucing domestik, spinx, maine coon, munchskin, skotich fold, british short hair, bengal, dan domestik long hair silangan dari persia dan kucing domestik," tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia