Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kali Pertama Digelar, Grebeg Sadranan Cepogo Pukau Turis

14 April 2019, 20: 18: 54 WIB | editor : Perdana

peserta grebeg sadranan mengusung gunungan

peserta grebeg sadranan mengusung gunungan

Share this      

BOYOLALI - Meski baru kali pertama digelar, namun antusias masyarakat untuk mengikuti tradisi Grebeg Sadranan di depan kantor Kecamatan Cepogo hari ini (14/4) sangat luar biasa. Tak hanya ribuan warga sekitar, Grebeg Sadranan untuk membuka tradisi Sadranan di wilayah lereng Merapi-Merbabu ini juga dihadiri sejumlah turis.

Grebeg Sadranan dimulai dengan kirab tenong berisi berbagai makanan khas Cepogo maupun gunungan hasil bumi dan makanan khas. Seluruh desa di Kecamatan Cepogo masing-masing membawa 21 tenong dan tiga tumpeng seger.

Ratusan tenong serta gunungan ini dikirab dari arah timur dan barat atau dari bawah dan atas. Barisan paling depan yakni prajurit bregodo Keraton Surakarta, diikuti tenong dan gunungan serta tumpeng. Kedua arah itu kemudian bertemu di depan kantor Kecamatan Cepogo.

Sesampai di kantor Kecamatan Cepogo, gunungan dibawa masuk ke halaman untuk acara berdoa. Setelah itu, gunungan dibawa keluar ke jalan untuk diperebutkan warga. 

Tenong pun dibuka dan masyarakat pengunjung bisa ikut makan bareng atau istilah jawanya Kembul Bujono.

“Jumlah tenong 315, kemudian 7 gunungan hasil bumi dan 7 gunungan makanan khas Cepogo. Di samping itu, masing-masing desa juga membawa tiga tumpeng seger,” jelas Camat Cepogo Insan Adi Asmono.

Dijelaskan Insan, Grebek Sadranan ini baru kali pertama digelar. Event itu dimaksudkan sebagai pembuka atau menyambut tradisi Sadranan yang selama ini rutin diadakan warga Kecamatan Cepogo setiap bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa.

Sadranan tahun ini akan digelar di setiap desa di Cepogo secara bergantian. Mulai 18-30 April. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia