Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Terkait Pindah Homebase, Pasoepati: Mau Tak Mau Harus Terjadi

15 April 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : Perdana

FANATIK: Aksi dukungan Pasoepati saat mendukung Persis Solo berlaga di Stadion Manahan, musim lalu.

FANATIK: Aksi dukungan Pasoepati saat mendukung Persis Solo berlaga di Stadion Manahan, musim lalu.

Share this      

PASOEPATI maupun Surakartans sepertinya harus benar-benar mempersiapkan diri musim ini, karena akan kembali butuh perjuangan untuk bisa mendukung Persis Solo berlaga. Perjuangan ini lantaran penggawa Laskar Sambernyawa dipastikan ber-home base jauh dari Solo.

Jauh disini dalam artian tak selamanya suporter fanatik Persis Solo ini bisa melihat tim kebangaannya dengan sangat mudah, karena Persis memutuskan berkandang di Stadion Wilis Madiun. Itu artinya untuk mendukung Persis di sana saat jadwal pertandingan digelar, tentu membutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih perjalanan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

”Ini memang harus terjadi, karena memang Stadion Manahan tak bisa digunakan. Kami berharap dimanapun Persis berlaga, semoga pemain bisa tetap berjuang dengan sebaik mungkin,” terang salah satu suporter Pasoepati, Vale Yoga kepada Jawa Pos Radar Solo.

Persis memang sudah dipastikan tak bisa meminjam markas PSS Sleman, yakni Stadion Maguwoharjo. Kendala utamanya lantaran suporter klub tetangganya, PSIM Jogja menolak keras keinginan kubu Persis untuk ber-home base di Sleman. Penolakan ini dengan alasan rawan adanya gesekan antarsuporter Solo dan Jogja jika itu tetap terjadi.

Hal ini tentu beralasan, karena dalam laga celebration game antara Persis Solo melawan PSS di maguwoharjo 19 Januari lalu, ternyata usai laga ada korban. Oknum suporter PSIM ternyata jadi pelakunya, yang ternyata diketahui ingin menjegat suporter asal Solo. Naasnya lemparan batu yang membuat satu nyawa meninggal, ternyata korbannya adalah suporter PSS asal Klaten, yang kebetulan hendak pulang dengan rombongan suporter Persis.

”Kalau pendapat saya soal ini, memang tentu cukup rawan kalau tetap ngeyel disana (Sleman). Wajar memang kalau pihak suporter Jogja tak berkehendak, karena memang rawan sekali adanya gesekan kalau tetap memaksakan disana. Beberapa pihak tentu sangat khawatir ada jatuhnya korban jika tetap disana. Harus berpikir kedepan pastinya, mengingat kompetisi ini berjalan tak hanya sekali atau dua laga saja,” sambung anggota Pasoepati lainnya, Riszi Sanjaya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia