Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Kampanye di Hari Tenang Bisa Dipidana

15 April 2019, 14: 20: 59 WIB | editor : Perdana

HARI TENANG: Bawaslu menertibkan alat peraga kampanye (APK) serentak di seluruh wilayah Sukoharjo, kemarin (14/4).

HARI TENANG: Bawaslu menertibkan alat peraga kampanye (APK) serentak di seluruh wilayah Sukoharjo, kemarin (14/4). (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Bawaslu Sukoharjo menegaskan kampanye di hari tenang bisa terancam pidana. Selain itu, bawaslu juga mewaspadai praktik money politics jelang pemilu Rabu (17/4) mendatang.

Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan, hari tenang berlaku mulai Minggu (14/4) hingga Selasa (16/4) besuk. Untuk itu semua pihak baik tim sukses, partai, calon legislatif dilarang berkampanye. Jika ketahuan, mereka terancam pidana pemilu.

"Bahkan bagi caleg yang melakukan tindak pidana pemilu bisa didiskualifikasi," papar dia. 

Dia menambahkan, masyarakat tidak boleh menyebarkan hasil survei dari lembaga manapun. Sebab, survei tersebut sudah termasuk kampanye. Selain itu, tingkat kerawanan money politics di hari tenang bergeser dari tim sukses berubah menjadi setiap orang. Jadi siapapun yang membagikan bisa terjerat pidana sebagaimana tertuang di Pasal 492 UU no.7 tahun 2017.

”Ancamannya satu tahun penjara. Caleg dan simpatisan harus bisa menghargai masa tenang ini,” imbuhnya.

Menurutnya, hari tenang untuk mempelajari rekam jejak masing-masing calon. Jangan sampai hari tenang ini malah terlihat pidana pemilu. "Putusan pidana pemilu itu bisa menjadi dasar untuk mendiskualifikasi caleg," papar dia. 

Sementara itu, bawaslu juga melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK). Pihaknya membagi tim menjadi dua kelompok. Tim akan melakukan penyisiran agar APK dipastikan bersih saat hari tenang. (yan/adi)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia