Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Ditinggal Merantau Pasangan, Minat KB Dua Kecamatan Rendah

15 April 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Perdana

PERAWATAN ANAK: Minat menggunakan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) masih rendah. 

PERAWATAN ANAK: Minat menggunakan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) masih rendah.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Angka partisipasi keluarga berencana (KB) di Kecamatan Baturetno dan Kecamatan Selogiri masih rendah. Salah satu faktor penyebabnya karena salah satu pasangan merantau. Sehingga enggan menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). 

Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan, data statistik sampai Februari menunjukan, kecamatan tertinggi program KB adalah Kecamatan Karangtengah. Yakni sebesar 3.534 atau 88.06 persen dari Pasangan Usia Subur (PUS) sebesar 4.013. Sedangkan statistik terendah adalah Kecamatan Selogiri dengan catatan peserta KB aktif sebesar 4.482 atau 68.21 persen dari PUS sebesar 6.542. 

”Untuk unmeetneed atau kebutuhan KB yang tidak terpenuhi, tertinggi adalah Kecamatan Baturetno sebesar 1.358 atau 18,76 persen dari total PUS 7.237. Sedangkan terendah adalah Kecamatan Girimarto sebesar 294 atau 3,77 persen dari PUS sebesar 7.799,” kata Edy Santosa belum lama ini. 

Menurutnya, stakeholder terkait harus bisa meningkatkan peserta KB aktif. Selain itu menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmeetneed) sebesar 9,40 persen di bulan Februari.

”Pemakaian kontrasepsi MKJP juga harus ditingkatkan,” terangnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2KB dan P3A) Wonogiri, Setyarini mengatakan, kecenderungan PUS ingin memiliki dua anak. Hanya saja, mereka tidak mau menggunakan MKJP.

"Selama ini mereka menggunakan metode kontrasepsi seperti kondom atau pil. Ini kan rentan, kondom bisa jebol atau bocor. Kalau pil, kalau lupa minum ya kebobolan," terang Setyarini.

Ditambahkan, rendahnya ber-KB juga dipicu adanya perantauan. Pasangan yang ditinggal merantau, banyak yang enggan menggunakan MKJP. "Pil, kondom itu juga ber-KB, tapi belum jangka panjang," pungkasnya. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia