Minggu, 15 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Warga Tolak Penutupan Lalin Bawah Fly Over

15 April 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Perdana

ASPIRASI WARGA: Spanduk terpasang di sejumlah toko yang berada di bawah Fly Over Palur, Jaten.

ASPIRASI WARGA: Spanduk terpasang di sejumlah toko yang berada di bawah Fly Over Palur, Jaten. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Rencana penutupan arus lalu lintas di bawah jembatan Fly Over, Palur, Jaten juga menuai kecaman warga Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Mereka membentangkan spanduk penolakan di dekat perlintasan kereta api (KA) yang akan ditutup.

Wilayah Desa Palur, Kecamatan Mojolaban berbatasan langsung dengan Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Sejumlah pertokoan yang berada di wilayah Desa Palur juga terkena dampak rencana penutupan lalu lintas tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, spanduk penolakan tersebut dipasang di dekat salah satu ruko yang saat ini tertutup. Beberapa sepanduk bertulisan “Menolak Penutupan Jalan”, “Jangan Tutup Akses Kami”, “Infrastruktur Mumpuni tapi Rakyat terbebeni.

Subagyo warga setempat mengungkapkan, pemasangan spanduk sebagai bentuk penolakan rencana penutupan arus lalin di bawah fly over. Pelaku usaha khawatir jika nantinya akses jalan ditutup, perekonomian akan sepi.

“Warga yang dipisahkan perlintasa KA juga harus menyebrang dulu, jelas itu nanti akan menyulitkan warga,” terangnya.

Sementara itu  Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dishub PKP) Kabupaten Karanganyar sudah berencana mengirim surat ke presiden dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk membatalkan rencana tersebut.

Kepala Dishub PKP Karanganyar Sundoro mengaku, usulan untuk mengkajian ulang rencana penutupan arus lalu lintas di bawah jemnbatan fly over sudah dikirim ke bupati karanganyar untuk ditandatangani untuk kemudian dikirim ke presiden dan kemenhub.

“Pekan ini akan kami tindaklanjuti,” jelas Sundoro.

Seperti diketahui sebelumnya, PT KAI Daerah Operasional 6 Jogjakarta, berencana menghilangkan palang pintu KA dan menutup lalu lintas di bawah Fly Over Palur. Hal itu dilakukan karena pemasangan wesel atau kontruksi rel kereta api yang bercabang di wilayah tersebut. Seiring akan dioperasikannya jalur ganda KA Solo-Madiun.

“Ya mohon untuk dimaklumi. Karena setelah double track beroperasi, jumlah kereta api yang melintas akan bertambah, kecepatan KA juga bertambah. Kami mohon masyarakat bisa menggunakan jalur lainnya,” jelas Manajer Humas PT KAI Daops 6 Jogjakarta Eko Budiyanto. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia