Rabu, 18 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

25 UKM Branding di Inacraft

15 April 2019, 17: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PROMOSI DAN EDUKASI: Pelaku UMKM batik tulis bakal mengikuti ajang Inacraft 2019 di Jakarta.

PROMOSI DAN EDUKASI: Pelaku UMKM batik tulis bakal mengikuti ajang Inacraft 2019 di Jakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Kota Surakarta dipastikan mengirim dutanya. Pada ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019. Berlangsung di Jakarta Convention Center 24-28 April mendatang.

Sebanyak 25 UKM berkesempatan mem-branding hasil karya mereka di mata dunia. Dari Kota Bengawan, UKM yang datang mayoritas batik. Kepala Dinkop UMKM Surakarta Nur Hayani menjelaskan, sejatinya kuota yang tersedia hanya 19 booth.

Kendati demikian, jumlah peserta yang turut serta ada 25 UKM. Ada beberapa booth yang digunakan oleh lebih dari satu UKM. Jumlah peserta yang ikut tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 34 UKM.

”Tidak semuanya UKM baru. Ada beberapa yang sudah pernah ikut Inacraft tahun sebelumnya. Bagi yang sudah pernah, saya tantang memberikan inovasi produk berbeda untuk dipamerkan,” kata Nur kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/4). 

Nur berharap Inacraft bisa mengangkat UKM Solo ke pasar internasional. Tidak hanya berkutat di pasar lokal saja. Jika produk yang dipamerkan sudah dikenal, diharapkan lebih banyak transaksi terjadi di luar pameran.

Owner Batik Mahkota Laweyan Alpha Fabela Priyatmono, peserta Inacraft 2019 mengaku akan memanfaatkannya untuk promosi sekaligus edukasi. ”Kami pamerkan produk batik tulis kontemporer. Kami ingin mengedukasikan ke masyarakat, bahwa batik tidak sekadar fashion. Tapi bisa lebih luas. Mengenalkan corak kepada konsumen makna yang terkandung di dalamnya,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia