Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Hanya Separo Jumlah Napi yang Bisa Nyoblos

16 April 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Hanya Separo Jumlah Napi yang Bisa Nyoblos

SOLO – Pesta demokrasi pada Rabu (17/4) juga akan diikuti para warga binaan atau narapidana (napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Surakarta. Sayangnya, dari jumlah total 717 warga binaan, hanya 389 orang yang bisa memberikan hak suaranya.

Kasubsi Administrasi Dan Perawatan Rutan Klas IA Surakarta Fitroh Komarudin menuturkan, pihaknya sudah mengupayakan segala cara agar semua warga binaan bisa memeberikan hak suara. Namun, terjadi beberapa kendala. Salah satunya identitas dari warga binaan tidak jelas alamatnya.

”Jadi di DPT (daftar pemilih tetap) asal juga tidak tercatat. Dari NIK dan NKK ketika kita cek di dispendukcapil asal mereka masing-masing, juga tidak tercatat. Mungkin yang dilaporkan ke kita cuma alamat kos dan kontrakan. Ada pula beberapa warga binaan yang KTP-nya hilang,” ucap Fitroh Senin (15/4).

Ditambahkan Fitroh, rutan memiliki batas waktu hingga Rabu (10/4) lalu untuk pengumpulan data nama warga binaan yang masuk DPT. Dari hasil rapat pleno terakhir, sebanyak 389 warga binaan yang akhirnya masuk DPT.

”Namun, kita sudah berkoordinasi dengan KPU. Bagi yang memiliki KTP, bisa melakukan pencoblosan, selagi jumlah surat suara tambahan masih ada,” papar Fitroh.

Sebanyak 389 warga binaan tersebut akan menyoblos di dua TPS berbeda. Yakni, sebanyak 185 di TPS 10 Kampung Baru dan sisanya di TPS 11 Kampung Baru. Kedua TPS ini nantinya akan didirikan di aula rutan dan diberi sekat pembatas. 

”Untuk TPS 10 mengakomodasi warga binaan Solo, sedangkan TPS 11 mengkomodasi warga binaan asal Karanganyar serta warga binaan dari wilayah lain,” tuturnya.

Disinggung soal pendidikan pemilih, lanjut Fitroh, sudah ada petugas KPU yang datang ke rutan untuk memberikan sosialisasi terkait tata cara pencoblosan. Selain itu, juga melakukan bimbingan teknis (bimtek) kepada 18 petugas rutan yang ditunjuk menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 

Sementara itu, Kepala Pengaman Rutan (KPR) Andi Rahmanto menuturkan, pihaknya akan mengerahkan petugas internal untuk melakukan  pengamanan selama proses pencoblosan hingga perhitungan suara selesai. ”Kita juga sudah menyurati polsek dan koramil Pasar Kliwon untuk menempatkan personel sebagai back up,” kata Andi. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia