Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dipanggil Bawaslu, Kades Manggis Mangkir Lagi

16 April 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Dipanggil Bawaslu, Kades Manggis Mangkir Lagi

BOYOLALI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali bersiap mengambil tindakan tegas. Terhadap Kades Manggis, Kecamatan Mojosongo Muhajirin. Setelah dua kali mangkir dari panggilan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran pemilu.

Sebagai catatan, Muhajirin dilaporkan warga karena mengkampanyekan istrinya yang maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Boyolali. Pada saat memberi sambutan di acara hajatan warga, akhir Maret lalu.

Tak hanya isterinya saja yang dikampanyekan. Kades itu juga mengajak warga memilih caleg tertentu untuk DPRD Provinsi Jateng, DPD, dan DPR RI. Terlapor diduga melanggar Pasal 490 junto 282 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Ancaman hukumannya satu tahun penjara dan denda Rp 12 juta.

Setelah melakukan kajian, Bawaslu Boyolali lantas melakukan pemanggilan pertama, Jumat (5/4), dua pekan lalu. Saat pemanggilan itu, Muhajirin masih bergeming. Lalu dilakukan pemanggilan kedua, kemarin (15/4). Lagi-lagi dia mangkir.

Kendati mangkir, Muhajirin sempat mengirim surat izin ke bawaslu. Berhalangan hadir karena sedang ada kepentingan keluarga di Jogjakarta. Ketua Bawaslu Boyolali Taryono memberi bocoran isi surat tersebut.

”Dalam surat itu tertulis Muhajirin sangat menghormati dan berniat akan hadir atas undangan (bawaslu) tersebut. Tetapi dikarenakan ada kepentingan keluarga di Jogjakarta dan harus hadir secara pribadi, maka belum bisa hadir untuk memberikan klarifikasi,” kata Taryono kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sejatinya pada pemanggilan kedua kemarin, bawaslu ingin melakukan pemeriksaan. Bahkan tim bawaslu berniat jemput bola ke rumah Muhajirin. Taryono menyebut surat yang dikirim kepada bawaslu merupakan hak Muhajirin. Meskipun telah mengirimkan surat, namun faktanya terlapor tak hadir memenuhi panggilan kedua.

Langkah selanjutnya, bawaslu bakal melakukan klarifikasi di rumah Muhajirin untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Namun belum bisa dipastikan, kapan klarifikasi tersebut dilakukan. ”Nanti ditunggu saja kabarnya,” beber Taryono.

Sementara itu, sejauh ini bawaslu sudah memeriksa 15 orang saksi. Terkait dugaan kasus tindak pidana pelanggaran pemilu tersebut. Termasuk meminta keterangan warga yang melaporkan dugaan kampanye yang dilakukan Muhajirin. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia