Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Gencar Sosialisasi Metode Penghitungan Saint League

16 April 2019, 13: 25: 59 WIB | editor : Perdana

PEMAPARAN: Bintek pemilu di untuk caleg DPRD Boyolali.

PEMAPARAN: Bintek pemilu di untuk caleg DPRD Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pembagi bilangan ganjil digunakan untuk menetapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali terpilih. Pada pemilihan legeslatif (pileg), 17 April besok. Penghitungan saint league ini harus dipahami seluruh partai politik (parpol) peserta pemilu di Kota Susu.

Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali menggelar bimbingan teknis (bintek). Terkait tata cara penetapan calon terpilih anggota DPRD Boyolali. Berlangsung di Pondok Indah Hotel Boyolali, kemariN (15/4). 

Bintek dihadiri pucuk pimpinan parpol, liaison officer (LO), dan bappilu parpol. Hadir pula Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Sekertariat Dewan (Sekwan) DPRD Boyolali.  

Komisioner KPU Divisi, Perencanaan, Data dan Informasi Pardiman mengungkapkan, mekanisme penetapan calon terpilih anggota DPRD Boyolali harus benar-benar dipahami. Mencegah terjadinya salah paham peserta pemilu.

Pada aspek hukum dari sisi regulasi, hingga metode konversi suara, sangat penting untuk dipahami para calon legislatif. Agar setiap peserta pemilu mengetahui secara teknis tentang rekap perolehan suara. Bagaimana konversi jumlah suaranya menjadi perolehan kursi.

Dalam menetapkan anggota legislatif, menggunakan perhitungan saint league. ”Jumlah dari seluruh perolehan suara caleg dibagi dengan bilangan ganjil. Mulai dari angka 1, 3, 5, dan seterusnya,” beber Pardiman kepada Jawa Pos Radar Solo.

Metode sainte league sesuai Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Jumlah suara sah dalam suatu dapil dibagi bilangan ganjil. Misalnya Dapil 4 Boyolali jatah kursinya 10. Setelah terbagi bilangan ganjil, selanjutnya ditentukan 10 nilai terbesar dalam pembagian tersebut.

Sebagai catatan, 45 kursi DPRD Boyolali diperebutkan 343 caleg. Jatah 11 kursi untuk Dapil 1 diperebutkan 77 Caleg. Dapil 2 yang paling sedikit jatah kursinya. Dapil yang meliputi Kecamatan Selo, Musuk, dan Cepogo itu hanya 6 kursi. Kemudian Dapil 3 meliputi Karanggede, Wonosegoro, Juwangi, dan Kemusu dijatah 8 kursi. Sedangkan Dapil 4 dan 5 sama. Masing-masing 10 kursi. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia