Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Keluarga Berperan Tekan Golput Kalangan Milenial

17 April 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Keluarga Berperan Tekan Golput Kalangan Milenial

SOLO – Kalangan milenial hari ini ikut mencoblos. Namun, masih banyak anggapan bahwa pemilih pemula bersikap apatis terhadap momen pemilu.

Ketua OSIS Nasional SMA IT Nur Hidayah, Shoffan Mujahid menilai, itu dikarenakan generasi mereka baru saja memasuki ruang publik demokrasi. Selain belum mengetahui tata cara proses pencoblosan yang benar, mayoritas mereka belum tahu calon yang diusung dari berbagai partai.

"Ada beberapa pemilih pemula yang tidak suka dengan dunia politik karena mereka menganggap bahwa politik itu hanya aktivitas kotor yang hanya dipenuhi dengan janji-janji manis dan omong kosong tanpa arti," bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (16/4).

Paradigma sempit mengenai momen pemilu ini wajar di kalangan pemilih pemilu. Tapi, Shoffan mengimbau jangan sampai hal ini menjadi sesuatu berkelanjutan sehingga generasi muda tidak dapat menemukan sisi progresivitasnya. 

"Ada beberapa aspek orientasi politik yang harus ditumbuhkan di kalangan pemilih pemula. Pertama, harus menumbuhkan orientasi politik dalam aspek kognitif yang bersangkutan dengan pengetahuan atau wawasan para pemilih pemula mengenai momen pemilu,” kata dia. 

“Baik itu  tentang wawasan identitas para peserta pemilu, tata cara dalam melaksanakan proses pencoblosan, ataupun meluruskan paradigma para pemilih pemula mengenai esensi murni dari politik," imbuhnya.

Kedua, harus menumbuhkan orientasi politik dalam aspek afektif sebagai sikap atau rasa yang dimiliki pemilih pemula. Sikap partisipatif dan aktif harus ditumbuhkan di kalangan pemilih pemula untuk melancarkan proses pemilu.

Shoffan melihat terkadang generasi muda lebih nyaman menjadi golongan putih (Golput) dan tidak ingin dipusingkan dengan pilihan-pilihan peserta pemilu.

Salah satu cara konkret menghindarkan golput, kata Shoffan, yakni melalui proses pembinaan oleh keluarga. Pemilih pemula berkualitas kemungkinan besar lebih bisa menangkal aktivitas black campaign maupun politik uang.

“Pemilih pemula harus diperhatikan sungguh-sungguh. Karena mereka suatu saat akan menempati kursi-kursi penentu kebijakan dan menjadi penggerak masyarakat yang paham akan hak dan kewajibanya,” urainya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia