Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pelaku Penganiayaan Pria Paruh Baya Serahkan Diri

17 April 2019, 13: 35: 59 WIB | editor : Perdana

KORBAN: Jenazah Warsito korban pengeroyokan di RSUD Pandan Arang.

KORBAN: Jenazah Warsito korban pengeroyokan di RSUD Pandan Arang. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kasus penganiayaan yang menyebabkan Warsito, 40, meninggal dunia terungkap. Dua pelaku pengroyok warga Dukuh Winong, Desa Canden, Kecamatan Sambi itu akhirnya menyerahkan diri ke Polres Boyolali, Senin sore (15/4).

Mereka adalah Bimo Oktavianus, 26, warga Dukuh Ngaliyan RT 08 RW 02, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono. Serta Parwoto alias Coro, 26, warga Dukuh/Desa Aru-Aru RT 08 RW 01, Kecamatan Banyudono.

”Barang bukti berupa satu buah besi bulat sepanjang 40 cm dan kayu berhasil kami amankan dari tangan pelaku,” kata Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasat Reskrim Iptu Mulyono didampingi Kanit Pidum Ipda Wikan.

Saat ini polisi terus mendalami penyidikan kasus tersebut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 KUHP. ”Tersangka diduga telah melakukan tindak pidana di muka umum. Bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang yang menyebabkan orang lain meninggal dunia,” beber Wikan.

Sementara itu, hasil pendalaman kasus, pelapor pengeroyokan, Eko Purwanto jadi biangnya. Diawali perbuatan Eko menghajar mantan istrinya, Dwi Endah Sri Rejeki, Minggu (14/4). Usai cekcok dan tak mau diajak karaoke di Cafe Ramos. Eko yang ketakutan memutuskan pulang bersama korban Warsito. Naas, di tengah jalan Kampung Dukuh/Desa Aru-Aru, Banyudono, berjumpa Dwi Endah dan teman-temannya.

”Saya dan korban dikeroyok. Korban dilempar sebuah benda. Tidak tahu itu apa? Saat itu korban terjatuh dari motor kemudian dikroyok,” ujar Eko kepada penyidik. 

Eko yang terlanjur panik langsung lari menyelamatkan diri. Pagi harinya, dia baru melaporkan kejadian ini ke Polres Boyolali setelah mengetahui korban dalam kondisi koma di RSUD Pandan Arang. Korban meninggal setelah dirawat dua hari karena luka serius di kepala. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia