Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Kisah Wiro Sumarto, Mendadak Meninggal di Bilik Suara saat Coblosan

18 April 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Perdana

MENDADAK: Korban saat diperiksa oleh tenaga medis dan kepolisian. Foto kanan, TPS 01 Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten tempat korban mencoblos. 

MENDADAK: Korban saat diperiksa oleh tenaga medis dan kepolisian. Foto kanan, TPS 01 Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten tempat korban mencoblos.  (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

Pemilu kemarin menyisakan kisah kelam juga di Klaten. Wiro Sumarto, 78, warga Dusun Ngaliyan, Desa Daleman, Kecamatan Tulung ini meninggal dunia di bilik suara. Peristiwa itu terjadi di TPS 01 pukul 09.15 WIB kemarin. Seperti apa ceritanya?

ANGGA PURENDA, Klaten

SUASANA coblosan di TPS 01 Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, kemarin mendadak berubah menjadi riuh. Wiro Sumarto, salah satu warga setempat tiba-tiba roboh ketika sedang berada di bilik suara. Peristiwa itu terjadi  pukul 09.00 WIB. Saat itu pria yang memang sudah lanjut usia ini dalam kondisi sehat ketika datang ke TPS setempat.

“Wiro memperoleh antrean nomor urut 78 saat mendaftarkan diri untuk mencoblos. Dia lalu duduk menunggu giliran ke bilik suara untuk mencoblos sambil berbincang dengan warga lain di lokasi,” jelas Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara TPS 01, Desa Daleman, Dedy Setyawan, saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Rabu (17/4).

Setelah dipanggil, Wiro lantas menuju ke bilik empat yang berada paling ujung untuk mencoblos. Saat tiba di dalam bilik tersebut tiba-tiba Wiro terlihat sempoyongan hingga terjungkal ke belakang. Seketika itu seluruh anggota KPPS dan panwas yang tidak jauh dari posisi Wiro langsung menolong.

Setelah ada peristiwa itu, kegiatan pemungutan suara sempat dihentikan selama 10 menit untuk evakuasi. Saat itu Wiro langsung dibawa ke rumah terdekat untuk diperiksa oleh tenaga medis.

“Sebenarnya saat korban jatuh di bilik suara itu masih ada denyut nadinya. Tetapi 15 menit kemudian saat diperiksa oleh dokter dinyatakan sudah meninggal dunia. Terkait penyebabnya saat kita tanyakan ke keluarganya juga tidak mengetahui karena tidak memiliki riwayat sakit,” jelasnya.

Terkait surat suara milik Wiro itu, Dedy mengatakan jika dia belum sempat mencoblos di salah satu surat suaranya. Mengingat, saat jatuh itu Wiro baru membuka lipatan surat suaranya. Kejadian ini lantas dikoordinasikan dengan panitia pemungutan suara (PPS) yang akhirnya diputuskan surat suara tetap dimasukkan ke kotak suara.

“Meski belum dicoblos, tetapi karena sudah di bilik suara maka dimasukkan ke kotak suara yang sesuai. Hal ini juga disaksikan oleh pengawas dan saksi yang hadir di TPS kami,” jelasnya.

Dedy mengatakan, usai kejadian itu proses pemilihan di TPS langsung dilanjutkan sesuai jadwal. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 01 sendiri mencapai 226 orang yang terdiri dari 107 laki-laki dan 119 perempuan.

Sementara itu, Kapolsek Tulung AKP Suyarta menambahkan, saat diperiksa oleh tenaga medis tidak menunjukkan gejala yang menyebabkan korban meninggal dunia. Terlebih lagi tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. “Korban sendiri langsung diantar ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman pada sore harinya,” jelasnya. (*/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia