Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Coblosan Pemilu Berlangsung Semarak

18 April 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

HAJAT 5 TAHUNAN: Petugas KPPS di TPS 12 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan mengenakan kostum adat kemarin. Sejumlah TPS di Kota Solo dikonsep unik untuk meningkatkan partisipasi pemilih. 

HAJAT 5 TAHUNAN: Petugas KPPS di TPS 12 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan mengenakan kostum adat kemarin. Sejumlah TPS di Kota Solo dikonsep unik untuk meningkatkan partisipasi pemilih.  (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Warga Kota Bengawan sukacita menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak kemarin (17/4). Itu diwujudkan dengan mendirikan banyak tempat pemungutan suara (TPS) unik hingga ada yang bersedia koprol saat hendak mencoblos.

Tidak kalah semangat Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Di sela-sela meninjau sejumlah tempat coblosan, dia berjanji memberikan hadiah satu ekor kambing bagi TPS yang tingkat partisipasi pemilihnya tembus 95 persen.

Bahkan dia siap membelikan kambing sebanyak 1.734 ekor kambing sesuai jumlah TPS di Kota Solo asal memenuhi syarat yang ditetapkan tersebut. 

TPS unik salah satunya terdapat di TPS 27 Kampung Joho RT 07 RW 10, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari. Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) setempat mengenakan kostum ala tentara kolonial.

Bukan hanya itu, sebelum memulai proses pemungutan suara, seluruh KPPS mengikuti upacara pedang pora menggunakan replica pedang. "TPS dikonsep zaman kolonial Belanda dan Kerajaan Mataram. Tujuannya agar warga tertarik menggunakan hak suaranya. Kalau biasa saja kurang menarik,” jelas Ketua KPPS setempat Ipung Kurniawan. 

Ketika pemungutan suara berlangsung, kawasan Kampung Joho dijadikan kawasan bebas kendaraan. Jalan-jalan kampung menjadi ruang bermain permainan tradisional oleh anak-anak. Seperti egrang dan bakiak. 

Belum puas, usai menggunakan hak suaranya, pemilih mendapat minuman jamu tradisional gratis. Cara tersebut cukup ampuh mendongkrak partisipasi pemilih mencapai 80 persen dari 246 daftar pemilih tetap.

Tidak kalah unik TPS 12 Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan. Petugas KPPS menggunakan busana adat daerah. Lokasi TPS juga dihias sedemikian rupa sehingga lebih menarik.

Di lokasi lain, pensiunan anggota TNI Partika Subagyo Lelono melakukan koprol sejauh 100 meter menuju TPS di Kampung Sumpingan, RT 01 RW 01, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari. Aksi tersebut sebagai wujud kegembiraannya karena baru kali pertama ikut coblosan pemilu setelah pensiun.

"Saya menggunakan hak suara sebagai warga negara setelah purnatugas dari TNI. Saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dengan aksi koprol menuju TPS 01, Kadipiro," terang Bagyo. Dia juga berpesan kepada seluruh elemen tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu, Purnomo memastikan hadiah kambing untuk TPS hanya menggunakan uang pribadinya. “Ini saya pribadi. Kalau ada partisipasi pemilih minimal 95 persen, saya kasih uang Rp 2,5 juta atau satu ekor kambing,” terang dia.

“Entah nyoblosnya benar apa salah, pilihannya siapa pun, asal (partisipasi pemilih, Red) 95 persen saya kasih. Ini sekadar pacuan (semangat, Red), pesta (demokrasi, Red) itu harus happy. Datang senang, pulang senang,” ucap Purnomo. Dia berharap kondusivitas pemilu di Kota Solo menjadi cerminan kondisi bangsa dan negara secara keseluruhan.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo satu suara dengan wakilnya. Hanya saja dia memberi target yang lebih rendah. “Kalau saya angka partisipasinya 90 persen saja berani kasih kok (hadiah, Red),” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Rudy itu mengatakan uang untuk membeli hadiah berasal dari dana operasional sebagai wali kota. “Kalau yang 90 persen di semua TPS, 1.734 TPS ya tetap dikasih,” kata dia. (ves/irw/wa)

(rs/ves/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia