Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pasien Izin Pulang untuk Mencoblos

18 April 2019, 16: 10: 59 WIB | editor : Perdana

JEMPUT BOLA: Petugas KPPS Dusun Jenglong, Bejen melayani pasien menggunakan hak pilihnya di RSUD Karanganyar.

JEMPUT BOLA: Petugas KPPS Dusun Jenglong, Bejen melayani pasien menggunakan hak pilihnya di RSUD Karanganyar. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Sejumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar terpaksa harus meminta izin pulang agar bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kemarin (17/4).

Pasalnya, mereka tidak termasuk dalam daftar pasien yang didatangi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari tempat pemungutan suara (TPS) setempat. Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar juga tidak membuka TPS di rumah sakit tersebut.

Dari pantauan, sejumlah pasien dijemput keluarganya dengan kendaraan pribadi. Meskipun masih dirawat, mereka nekat izin pulang agar bisa mencoblos. Putut Hartanto, salah satu warga Plosorejo, Matesih mengaku membawa pulang anaknya yang sakit deman berdarah agar bisa menggunakan hak pilihnya. 

"Tidak ada TPS di rumah sakit. Makanya saya bawa pulang kembali anak saya. Karena ini pemilu pertama baginya, dan dia tidak mau melewatkan kesempatan ini," terang Putut.

Direktur RSUD Karanganyar Wahyu Purwadi mengungkapkan, arahan KPU, pihaknya mendata nama-nama pasien yang dirawat sebelum, Rabu (10/4) lalu. Untuk nantinya diserahkan ke KPU sebagai data pemilih yang akan didatangi petuga KPPS saat hari pencoblosan. 

"Pasien yang masuk sebelum tanggal 10 April sudah kami data semua. Setelah tanggal itu berarti tidak termasuk, karena instruksi dari KPU seperti itu," ucap Wahyu. 

Terkait izin pulang pasien, lanjutnya, menjadi kewenangan dokter. "Bisa pulang, asalkan ada izin dari dokter," paparnya. 

Divisi Tekhnis KPU Karanganyar Muhahmmad Maksum mengungkapkan, pasien cukup menunjukan E-KTP dan formulir A5. Rumah sakit juga bisa melakukan pendataan kepada pasien untuk nanti bisa mencoblos di TPS terdekat, bahkan KPPS juga bisa memberikan pelayanan terhadap pasien. 

"Ada mekanismenya, tadi kita juga melayani pasien di rumah sakit, kalau belum ada yang menggunakan haknya itu kemungkinan pasien yang baru masuk setelah tanggal 10, atau mungkin pas hari pencoblosan baru masuk," ucapnya. (rud/adi

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia