Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Euforia Pemilu Berlebihan Bakal Ditindak

19 April 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

TINJAU LOGISTIK: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI M. Effendi tinjau pemilu di Karanganyar.

TINJAU LOGISTIK: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI M. Effendi tinjau pemilu di Karanganyar. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Condro Kirono menegaskan akan menindak euforia Pemilu 2019 bila dilakukan berlebihan. Apalagi sampai mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Kami sudah antisipasi dengan menyiagakan anggota di seluruh titik rawan. Jangan sampai ada euforia berlebihan hingga mengganggu masyarakat,” ujar Kapolda saat kunjungan ke Sukoharjo kemarin.

Dari pantauan lapangan, kapolda mengatakan bahwa situasi di Jawa Tengah saat ini terpantau aman dan terkendali. Saat pencoblosan maupun pasca pencoblosan. Hanya ada beberapa kejadian menonjol seperti di Jepara, di mana ada satu anggota KPPS yang digantikan ayahnya lantaran merantau ke NTT. ”Saat ini sudah diproses oleh bawaslu dan KPU provinsi. Kemungkinan besar ada pemilihan ulang,” papar dia.

Terkait dengan logistik pemilu saat ini sudah 85 persen berada di panitia pemilihan kecamatan (PPK). Sebab, di tingkat panitia pemungutan suara (PPS) tidak ada rapat pleno. Dalam pengamanan dan penghitungan surat suara pihaknya telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengawal sampai tuntas. Dia juga mengapresiasi masyarakat yang menggunakan hak pilih dan mau menjaga persatuan dan kesatuan.

”Kami jaga terus situasi ini dan bersama-sama membangun daerah masing-masing,” papar dia.

Selain Sukoharjo kapolda dan pangdam juga mengunjungi wilayah Sragen dan Karanganyar. Secara umum kedua petinggi Polri dan TNI di Jateng ini menilai situasi eks Karesidenan Surakarta terpantau aman.  

”Setelah ini kami minta bupati dan wali kota segera mengundang tokoh masyarakat, pemuda, agama, MUI, FKUB dan Forkompinda untuk menggelar pertemuan. Ini untuk memupuk persatuan dan kesatuan dalam menjaga persatuan,” tandasnya

Demi menjaga keamanan, Polda masih menyatakan siaga 1 menjaga sampai pemilu selesai. Tim cyber polda juga terus patroli selama 24 jam.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi meminta perbedaan yang sebelumnya muncul pada pemilu 17 April lalu diminta segera diakhiri dan segera bersatu demi menjaga suasana agar tetap kondusif.

“Satu ditambah dua itu kan tiga. Dan sila ketiga Pancasila adalah Persatuan Indonesia. Jadi mulai saat ini mari kita sepakat menjaga persatuan Indonesia,” tegas pangdam. 

Di Kota Solo, puluhan sepeda motor berknalpot brong juga ditindak. Kasatsabhra Polresta Surakarta Kompol Busroni mengatakan, pihaknya mengamankan puluhan motor berknalpot brong di Kadipiro, Gandekan, dan Mojosongo. Mereka menggelar konvoi selama satu jam dan bubar setelah ditindak,” kata Busroni. (yan/din/rud/atn/bun)

(rs/yan/din/rud/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia