Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Asah Insting Wirausaha Sejak Sekolah 

19 April 2019, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PALING LARIS: Murid SMKN 9 Surakarta membuat lukisan dan banyak diminati pasar.

PALING LARIS: Murid SMKN 9 Surakarta membuat lukisan dan banyak diminati pasar. (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

SOLO – Pemerintah menggalakkan slogan bekerja melanjutkan wirausaha (BMW) bagi lulusan SMK. Slogan ini seiring berkembangnya era revolusi industri 4.0. Lulusan SMK diharapkan tidak hanya berorientasi bekerja di perusahaan-perusahaan tertentu. Namun, juga fokus pada kegiatan wirausaha.

"Dalam pembelajaran, kami kombinasikan dengan mata pelajaran kewirausahaan. Mulai dari perancangan produk sampai pada strategi marketing. Nah, pada tahap penjualan, kami arahkan menggunakan digital," beber Wakil Kepala SMKN 9 Surakarta Bidang Kurikulum Samiyanto di sela kegiatan ujian praktik kejuruan (UPK), kemarin.

Jika sebelumnya penjualan produk dilakukan secara konvensional, kini mulai memanfaatkan internet. Penjualan berbasis digital ini bekerja sama dengan salah satu e-commerce di Indonesia. Dilengkapi dengan berbagai workshop kewirausahaan yang diadakan untuk meningkatkan kemampuan siswa.

"Kami sudah siapkan website khusus untuk penjualan produk siswa dari semua jurusan. Siswa sangat antusias. Mereka sudah banyak yang mandiri membuka wirausaha. Jadi kami hanya memberikan peluang," jelasnya.

Menyiapkan lulusan SMK di era revolusi industri, lanjut Samiyanto, harus dimulai dari para pengajar terlebih dahulu. Guru dituntut membiasakan diri dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan metode digital. 

Di antaranya, otomatisasi pemanfaatan information technology (IT) dalam pelaksanaan ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), ujian kenaikan kelas (UKK), termasuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

"Harapannya, dengan pembiasaan itu, guru dan siswa sudah terbiasa dengan digital. Karena era ini tidak lepas dari itu," sambungnya.

Sementara itu, kegiatna UPK diikuti sebanyak 271 siswa. Terdiri dari jurusan Tata Busana, Tekstil, Multimedia, Seni Lukis, Kriya Logam, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). 

Salah satu produk yang dihasilkan siswa dan mayoritas diburu konsumen adalah dari jurusan Seni Lukis. "Paling banyak laku dibeli adalah lukisan realis ketimbang lukisan dekoratif. Karena gambarnya mirip dengan aslinya. Nah, lukisan realis ini lebih mahal. Karena tingkat kesulitannya lebih tinggi," tandas Guru Produktif Seni Lukis SMKN 9, Retna Kusuma Dewi.

Sebagai informasi, nilai UPK menjadi syarat kelulusan siswa dan salah satu bagian dari ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Nilai ini menentukan kelulusan siswa dan masuk dalam ijazah. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia