Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Klaim Jatuh Tempo Disubsidi Pusat

19 April 2019, 15: 15: 59 WIB | editor : Perdana

JUMPA PERS: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Dr. Bimantoro.

JUMPA PERS: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Dr. Bimantoro. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Klaim rumah sakit yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan sudah jatuh tempo. BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo tersebut. Selain itu, sebesar Rp 1,1 juta triliun dibayarkan dalam bentuk dana kapitasi. Kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Dr. Bimantoro R., menyampaikan tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo akan dibayarkan dengan mekanisme first in first out. Urutannya disesuaikan dengan catatan yang ada di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Surakarta. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu.

”Pembayaran biasanya di tanggal 15 untuk FKTP. Tapi ada kemungkinan pembayaran bisa dilakukan hari berikutnya jika pada tanggal tersebut hari libur. Dengan dibayarkannya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, kami harapkan pihak faskes juga melakukan kewajibannya sesuai regulasi. Pihak rumah sakit juga bisa optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama pada pasien JKN-KIS,” kata Bima kepada Jawa Pos Radar Solo.

Ditambahkan Bima, khusus wilayah jerja Kantor BPJS Kesehatan Cabang Surakarta sepanjang April 2019 telah membayarkan dana kapitasi dan tagihan klaim sebesar Rp 410.539.720.125. Kepada 457 FKTP dan 46 FKRTL. Sampai saat ini BPJS Kesehatan selalu berkoordinasi dengan faskes yang melayani JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi. 

Program JKN KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. ”Ke depan, pemerintah akan terus menjaga sustainbilitas Program JKN-KIS. Serta pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki,” tandas Bima. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia