Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Partisipasi Pemilih di Klaten Meningkat

19 April 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : Perdana

TERUS DIDATA: Rekapitulasi penghitungan suara di Ruang Rapat B1 Setda Klaten.

TERUS DIDATA: Rekapitulasi penghitungan suara di Ruang Rapat B1 Setda Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Partisipasi pemilih dalam gelaran pemilu di Klaten, 17 April kemarin mencapai 81 persen. Diketahui dari hasil rekapitulasi Pemkab Klaten. Berdasarkan data dari setiap tempat pemungutan suara (TPS) tingkat desa. Capaian ini melebihi target Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten yang dipatok 77, 5 persen.

”Persentase partisipasi pemilih lebih tinggi dari pemilihan gubernur (pilgub) yang hanya 74 persen saja. Saya kira ada beberapa faktor penyebab tingginya partisipasi pemilih,” jelas Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klaten Sigit Gatot Budiyanto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Jumlah pemilih yang menyalurkan hak suaranya di TPS mencapai 818.672 orang. Sedangkan daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Klaten 1.004.526. Faktor yang mempengaruhi tingginya pasrtisipasi karena pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (Caleg) digelar serentak.

”Gelaran pemilu yang jaraknya cuma sebulan dengan pemilihan kepala desa (pilkades) juga bisa mempengaruhi. Termasuk sosialisasi yang gencar dilakukan berbagai pihak. Terutama oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkomitmen pada tingkat partisipasi pemilih,” tandas Sigit.

Sosialisasi pemilu tidak hanya datang dari pemkab, tetapi juga pemprov. Beberapa kali sosialisasi digelar, menyasar berbagai latar belakang pemilih. Sigit menegaskan, data partisipasi pemilih itu  merupakan hasil rekapituasi pemkab. Sedangkan data tingkat partisipasi pemilih mengacu penghitungan KPU Klaten. ”Rekapitulasi penghitungan kami hanya untuk mengetahui sejauh mana tingkat partisipasi pemilih. Hasilnya digunakan untuk pertimbangan dalam mengambil kebijakan ke depannya,” bebernya.

Komisoner KPU Klaten Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Wandyo Supriyatno menambahkan, pastisipasi pemilih minimal menyamai target. Tetapi dirinya optimistis bisa melebihi target.

”Masa tenang sendiri kami optimalkan untuk sosialiasi. Terutama pemilih yang masih ragu-ragu. Sebelumnya juga sering sosialisasi, hampir setiap hari. Mulai dari tingkat kecamatan hingga ke sekolah-sekolah,” papar Wandyo. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia