Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pemerintah Kecamatan Cepogo Kembangkan Sayuran Instant

19 April 2019, 15: 35: 59 WIB | editor : Perdana

INOVATIF: Panen sayuran di Cepogo, Boyolali.

INOVATIF: Panen sayuran di Cepogo, Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pemerintah Kecamatan Cepogo, Boyolali berniat mengembangkan teknologi pengawet sayuran. Dampak dari anjloknya kualitas sayuran di musim penghujan. Camat Cepogo Insan Adi Asmono mengaku fluktuasi harga sayuran sudah biasa dirasakan para petani di wilayahnya.

”Area pertanian di Cepogo kan tadah hujan. Hanya mengandalkan air hujan. Saat panen melimpah, harga sayur turun. Banyak juga yang tidak laku lalu terbuang percuma karena mudah busuk,” kata Insan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (18/4).

Sebaliknya, pada musim kemarau petani mayoritas pilih menanam tembakau. Tanaman sayuran ditinggalkan karena pasokan air minim. Akibatnya, pasokan sayuran dari para petani menurun drastis.

Menilik kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Cepogo menggandeng kalangan akademisi. Melakukan upaya pengawetan sayuran. Tujuannya sayuran dari petani bisa diawetkan agar tahan lama. Tanpa mengurangi kandungan gizi dan vitamin di dalamnya. ”Kami menggandeng Instiper Jogjakarta,” papar Insan.

Pihak Instiper mendatangkan ahlinya ke Cepogo. Melakukan dialog dengan para petani. Selanjutnya petani diajak dan dilatih cara mengawetkan sayuran hasil panenan.

”Kami akan memanfaatkan gudang-gudang yang ada di desa-desa untuk kegiatan ini. Dengan begitu, saat produksi sayuran melimpah, dapat dilakukan pengolahan sayuran. Supaya lebih awet dan tidak mengurangi kualitasnya. Sayuran nanti dapat dikeringkan seperti mie instant. Setelah dimasak rasanya seperti sayuran segar,” terang Insan.

Selain itu, juga digandeng asosiasi jasa boga seeks Karesidenan Surakarta. Asosiasi tersebut sepakat memanfaatkan sayuran produksi petani di Cepogo. Diolah sesuai permintaan klien. ”Kebutuhan sayuran dari asosiasi sangat tinggi. Menguntungkan para petani di Cepogo. Dari keterangan anggota asosiasi, kualitas sayur dari Cepogo bagus,” bebernya.

Sebelumnya, petani sudah memiliki metode sederhana untuk mengawetkan sayuran. Terutama bawang merah. ”Caranya digoreng, tapi terkendala tingginya kadar minyak. Dengan teknologi pengolahan sayur ini, dapat menghilangkan minyak,” tandas Insan. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia