Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Album Pasoepati Boleh Dicover, Berharap Lagu Jadi Chant Saat Mendukung

19 April 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

FANATISME: Aksi Pasoepati saat mendukung Persis Solo berlaga di Stadin Manahan

FANATISME: Aksi Pasoepati saat mendukung Persis Solo berlaga di Stadin Manahan

SOLO – Suporter fanatik pendukung Persis Solo, Pasoepati siap menelurkan sebuah album musik berjudul Pasoepati #1 untuk Persis Solo. Yang mana album ini siap dilaunching pada 4 Mei mendatang di Alana Resto.

Ada 14 band yang mengisi album ini. Menariknya seluruh lagu di dalam album ini berisikan curahan hati para Pasoepati untuk melihat kebangkitan klub kebanggaannya, yakni Persis Solo.

”Semoga album ini bisa diterima semua pihak. Tak hanya pendukung Persis saja, melainkan pecinta sepakbola lainnya. Kami senang untuk saat ini responnya cukup bagus, karena dalam pre order, ternyata ada suporter dari beberapa kota di luar Solo termasuk Sleman yang berminat untuk membelinya,” terang Ketua Pelaksana Produksi Album, Riszi Sanjaya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Ada 14 band yang ada di album ini. Mulai dari Cashback (Angkat Merah), Familiaz Hero (Demi Persis Solo), Better Night (Pasoepatiku), The Beef (Pasoepati Anthem), Buntala (Untuk Persis Solo), FYB (Semangat Dari Pasoepatiku), TM Next Pop Punk (Persis Solo We For You), Tha Nomen Nisco (Pasoepati), Horserace Ska (Kebanggaan), Bosom Holder (Persis Soloku), Simpang Lima (Setia Sambernyawa), Trah Gali Soulja (Ojo Wedi Dadi Abang), Blessed Sunday (Semua Adalah Kita), dan P & Z (We Love You Persis Solo).

Dalam dunia musik pembajakan tentu marak terjadi. Khusus untuk lagu suporter, ternyata praktik copy paste musiknya. Pasoepati ternyata sadar akan hal tersebut, namun tentu pergerakan itu sulit untuk dihalau.

”Lagu Satu Jiwa (anthem Persis buatan band The Working Class Symphony) saja dinyanyikan oleh banyak orang, yang sejatinya mereka juga bukan Pasoepati. Album #Pasoepati 1 nanti juga sepertinya bisa seperti itu. Kami sulit menolak praktik cover lagu seperti itu. Yang utama tujuan awal album ini adalah menggiatkan lagi kecintaan kita pada Persis lewat musik,” terangnya.

Praktik lagu sebuah suporter yang liriknya diganti oleh suporter lain juga marak terjadi di dunia persuporteran. Hal ini juga sulit dibendung oleh Pasoepati.

”Ini juga tak bisa ditolak. Karena kalau lagunya enak, pasti ada saja suporter lain yang mencover lagu itu dengan lirik yang sedikit diubah berbau klub mereka. Kita berharap lagu ini memang jadi universal yang bisa dinikmati oleh semua pihak, tetap tentu harapannya banyak yang mengingat bahwa lagu tersebut aslinya adalah karya anak-anak Pasoepati,” ujarnya.

”Yang paling utama, semoga lagu di album ini bisa menjadi chant yang dinyanyikan anggota Pasoepati saat mendukung Persis di stadion. Karena Pasoepati banyak melahirkan lagu sendiri sejatinya,” harapnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia