Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Batal Support Persis, DJ Sport Masih Penasaran

19 April 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Perdana

ELEGAN: Skuad Persis Solo mengenakan jersey buatan DJ Sport di pramusim Liga 2 2017.

ELEGAN: Skuad Persis Solo mengenakan jersey buatan DJ Sport di pramusim Liga 2 2017.

Share this      

SOLO – DJ Sport jadi salah satu apparel yang cukup ternama di Indonesia. Apparel yang awalnya berdiri di Sragen tersebut sudah mensupport banyak klub besar di Indonesia. Mulai dari Persela Lamongan, PS TNI, PSMS Medan, hingga PSISra Sragen.

Tahun ini mereka baru memastikan mensupport kompetisi Surakarta Super League untuk kasta Liga 1, dan kabar terbaru mereka telah menjalin kerjasama dengan klub PSS Sleman. Khusus untuk PSS, mereka hanya mensupport jersey untuk tim U-16, U-18 dan U-20. Sementara untuk PSS senior akan tetap menggunakan apparel lama, yakni Sembada.

DJ Sport ternyata terang-terangan masih cukup penasaran untuk bisa mensupport Persis Solo. Tahun  2017 mereka hampir menjalin kerja sama. Awalnya ada kesepakatan di awal pembentukan tim, hingga akhirnya DJ Sport sempat memberikan tiga jenis jersey pramusim. 

Sayangnya entah karena problem apa yang enggan dibeberkan lebih detail, ternyata ada pembatalan kerja sama antara manajemen ke pihak mereka. Hingga akhirnya ada polemik muncul, saat Persis membuat Trofeo Kebangkitan dengan Kalteng Putra dan PSPS Riau, ternyata jersey milik DJ Sport harus ditutup nama apparelnya oleh manajemen. Di kompetisi resmi, Persis akhirnya kembali menggunakan brand Saestu Apparel.

”Saat itu memang ada sebuah hal teknis yang membuat semuanya jadi batal. Saya tetap tidak kapok, semoga dikemudian hari saya bisa membangun klub kota tempat saya tinggal ini. Bagaimanapun sebagai pengusaha, tentu saya ingin ambil peran. Jika saya bisa mensupport klub lain, masa klub kota sendiri tidak bisa,” tutur Pemilik DJ Sport, Dimas Yustisia.

Pihaknya mengakui saat ini banyak klub yang memang memutuskan untuk mengembangkan apparel lokalnya.

 ”Seperti PSS sudah terkenal dengan apparel Semada-nya, dan Persis dengan apparel Saestu-nya. Persaingan bisnis apparel di Indonesia memang cukup ketat. Namun yang pasti apparel jadi sosok penting dalam membranding sebuah produk jersey, jadi perannya juga cukup penting dalam sebuah klub,” terangnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia