Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Iwan Purwoko, Tempuh Perjalanan 33 Km dengan Memanggul Salib

20 April 2019, 11: 17: 56 WIB | editor : Perdana

MISI PERDAMAIAN: Iwan Purwoko memanggul salib dengan menempuh perjalanan 33 km sepanjang Jalan Jogja-Solo.

MISI PERDAMAIAN: Iwan Purwoko memanggul salib dengan menempuh perjalanan 33 km sepanjang Jalan Jogja-Solo. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Bagi umat Kristiani perayaan Jumat Agung identik dengan kisah penyaliban Yesus Kristus. Tetapi Iwan Purwoko, 43, merayakan secara pribadi dengan cara berbeda. Terlebih momennya berdekatan dengan penyelenggaraan pemilu. Dia rela jalan kaki 33 kilometer dengan membawa misi khusus. Seperti apa kisahnya? 

ANGGA PURENDA, Klaten

HARI masih gelap sekitar pukul 05.00 WIB, Iwan Purwoko sudah berada di gapura perbatasan tepat di depan Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan. Pria berambut ikal ini sudah siap dengan pakaian kaos putih yang dibalut dengan kain ihram pemberian sahabatnya. Ditambah balutan kain merah hingga membentuk dua warna merah putih.

Salib yang dipanggul Iwan itu terbuat dari batang pohon waru yang memiliki ukuran tinggi 1,7 meter serta berat 2 kg. Pemilihan pohon waru bukannya tanpa alasan, karena daunnya yang berbentuk jantung. Hal ini dimaknai secara pribadi sebagai rasa cinta dan kasih sayang yang terus menghidupi.

Iwan memulai berjalan kaki dari wilayah perbatasan Jogja-Jateng tersebut menuju  gapuran gunungan wayang yang berada di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari yang berbatasan dengan Kabupaten Boyolali serta Sukoharjo.

Menariknya, tepat pada bagian atas salib yang biasanya bertuliskan INRI diganti dengan NKRI. Dirinya menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 33 km. Selama perjalanan itu pula dia hanya berdiam diri tanpa berbicara. Terkecuali saat berhenti pada 14 titik yang telah ditentukan untuk beristirahat.

“Jadi aksi yang saya lakukan ini merupakan bentuk kegelisahan personal selama tiga bulan terakhir ini. Sejak terjadi dinamika politik diakui atau tidak seperti ada keterbelahan bangsa karena masing-masing kubu saling serang dengan istilah cebong-kampret,” jelas Iwan yang juga warga Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan ini ketika ditemui Jawa Pos Radar Solo saat beristirahat di daerah Gondang, Kecamatan Jogonalan, Jumat (19/4).

Iwan menyoroti antarpendukung capres pada pemilu kali ini jauh dari tujuan mencari pemimpin bangsa terbaik. Masyarakat mengunggulkan masing-masing pilihan calon mereka, tetapi dengan merendahkan kandidat lainnya. Hal ini yang sangat disayangkan karena 

energi pemilih banyak dihabiskan untuk saling menyerang. 

Persatuan dan kesatuan yang terus terkikis inilah yang membuat warga dari Paroki Gereja Maria Assumpta ini menjadi gelisah. Hal ini yang melatarbelakangi aksi tunggalnya dengan memanggul salib dan menempuh puluhan kilometer dengan berjalan kaki.

“Kebetulan ketika saya melihat kalender ternyata pelaksanaan pemilu kita masuk pada pekan suci. Mulai dari Minggu Palma hingga Paskah mendatang. Menurut kaca iman secara personalku bukan tanpa tujuan terkandung maksud tertentu bahwa menempatkan pemilu di pekan suci bagi umat Kristiani ini,” jelasnya.

Iwan menggambarkan, aksi yang dilakukan sebagai bentuk aktualisasi iman ataupun refleksi iman sebagai umat Kristiani. Kisah sengsara Yesus Kristus diidentikan dengan penebusan dosa maupun keselamatan. 

Dirinya berharap euphoria pemilu biarlah berlalu saatnya menyambut dengan penuh kedamaian dan sejahtera secara kekeluargaan. “Kalau kemarin ramai dengan hastag 01 atau 02, kini saatnya 03 yakni persatuan dan kesatuan. Mungkin untuk bisa mewujudkannya perlu melalui penebusan, pengakuan dan pengorbanan. Pada akhirnya tujuan dari aksi yang saya lakukan ini saatnya untuk damai dan sejahtera,” jelasnya.

Persiapan Iwan sendiri dalam aksinya memanggul salib itu dibantu dengan lima orang. Mulai dari penyusunan konsep hingga pembuatan properti yang digunakan dalam waktu satu minggu. Selama melakukan perjalanan itu dirinya menyedot perhatian dari para pengguna jalan terutama di Jalan Raya Jogja-Solo sehingga banyak mengabadikannya dengan smartphone masing-masing. (*/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia