Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Input Suara KPU Baru 6 Persen

20 April 2019, 11: 57: 45 WIB | editor : Perdana

Input Suara KPU Baru 6 Persen

BERBEDA dengan hitungan parpol yang sudah finish, hasil rekapitulasi suara KPU Surakarta hingga Jumat (19/4) pukul 15.15 WIB baru masuk 5,88 persen dari total 1.734 TPS di Kota Solo. Dari data tersebut, partai pendatang baru seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu menyodok ke peringkat ketiga dengan 1.215 suara.  

Partai pimpinan Grace Natali itu berada di bawah PDIP yang unggul jauh dengan 11.982 suara dan PAN dengan 1.271. Disusul PKS yang meraup 1.197 suara.

“Hasil rekapitulasi untuk DPRD Kota Surakarta baru masuk 102 TPS dari 1.734 TPS di Solo. Atau sekitar 5,88 persen. Jadi masih mungkin berubah,” terang Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti, Jumat (19/4).

Rekapitulasi suara, lanjut Nurul, baru masuk dari beberapa TPS di empat kecamatan, yakni Laweyan, Pasar Kliwon, Jebres dan Banjarsari. Hanya Kecamatan Serengan yang belum masuk sistem penghitungan. 

“Perjalanan C1 memang perlu proses yang tidak sebentar. Kami paham KPPS, PPS semuanya perlu tenaga ekstra. Server yang bekerja di sini juga perlu ketelitian,” ujarnya.

Selain PSI, partai baru yang juga berhasil mengumpulkan suara relatif besar adalah Partai Nasdem. Meski hanya mengumpulkan 467 suara, partai pimpinan Surya Paloh itu berada di posisi delapan. Satu tingkat di atas Partai Demokrat yang hanya mengumpulkan 336 suara. Di atas Nasdem ada PPP, Golkar dan Gerindra di posisi 5, 6 dan 7. Masing-masing memiliki 1.040, 934, dan 767 suara. “Kami minta masyarakat sabar menunggu hasil rekapitulasi secara utuh,” ujarnya. 

Untuk tahapan hitung dan rekap suara manual di tingkat kecamatan mulai dilakukan Kamis (3/4). Sedangkan untuk tingkat kota dilaksanakan pada 22 April sampai 12 Mei mendatang.  

Pada pemilu serentak kali ini partisipasi pemilih Kota Solo memang naik dibanding pemilu sebelumnya. Dari catatan KPU Surakarta, tingkat partisipasi lebih dari 80 persen. Prosentase ini melampaui target KPU Surakarta yang mematok 77,5 persen. Keluhan pemilih milenial bahwa mereka masih minim mendapatkan sosialisasi terkait pemilu ternyata juga tidak sampai memengaruhi anjloknya partisipasi pemilih di Kota Bengawan. (ves/irw/bun)

(rs/ves/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia