Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Data Hasil Pemilu 19 Kecamatan Masuk KPU

20 April 2019, 12: 13: 30 WIB | editor : Perdana

KONDUSIF: Pelaksanaan pemilu serentak di Desa Posakan, Kecamatan Cawas, Klaten  pada 17 April lalu 

KONDUSIF: Pelaksanaan pemilu serentak di Desa Posakan, Kecamatan Cawas, Klaten  pada 17 April lalu  (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten hingga kemarin masih memindai formulir C1 (berita acara pemilu). Data masuk sudah 19 kecamatan, sementara tujuh kecamatan masih dalam proses.

“Memang sudah masuk formulir C1 dari TPS langsung ke kami. Lantas kami validasi berkas tersebut tanpa mengubah data di dalamnya. Jadi kami lakukan pemindaian apa adanya sekalipun ada kesalahan di dalamnya,” jelas Komisioner KPU Klaten Divisi Teknis Penyelenggaraan Samsul Huda kemarin.

Huda mengungkapkan, meski pemindaian yang dilakukan sudah banyak, tetapi saat mengunggahnya di website KPU mengalami kendala. Terutama jaringan internet yang lambat saat menggunggah hasil pemindaian tersebut. Maka itu hasil hitung cepat berdasarkan pemindaan formulir C1 belum seluruhnya tersampaikan di website milik KPU tersebut.

Di sisi lain, dalam pelaksanaan pemilu 17 April lalu, undangan kepada pemilih C6 tidak bisa diedarkan semuanya kepada calon pemilih karena berbagai faktor. Di sisi lain, kondisi tersebut tidak memengaruhi partisipasi pemilih dalam pemilu.

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Komisi Pemilihan Umum Klaten Wandyo Supriyatno menyebutkan, dari daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 1.004.526, hanya tersampaikan 900 undangan.

“Jadi tidak seluruh surat undangan dapat diedarkan kepada pemilih karena sejumlah faktor. Misal meninggal dunia, boro (merantau) dan pindah pemilih ke lokasi lainnya,” jelas Wandyo saat ditemui di Kantor KPU Klaten, Jumat (19/4).

Lebih lanjut, formulir C6 yang tidak sampai pemilih dengan berbagai alasan itu tidak mempermasalahkan. Meski tidak mendapatkan undangan tetapi jika terdapat di DPT tetap bisa mencoblos. Syaratnya, tetap membawa KTP saat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Wandyo mengatakan, meski tidak seluruh formulir C6 tidak bisa diedarkan tetapi dirinya optimis tingkat partisipasi melebihi target. Berdasarkan perhitungannya dari formulir C6 yang tersampaikan ke pemilih dibandingkan jumlah DPT. Hal ini yang membuat dirinya yakin tingkat partisipasi pemilih bisa mencapai 90 persen pada pemilu kali ini.

“Antusias pemilih cukup bagus. Di TPS saya sendiri berangkat pukul 11.00 WIB sudah hampir 100 persen yang datang. Saya optimistis dibandingkan Pemilu 2014 hanya 69 persen dan Pilpres 2014 sebesar 71 persen saja,” ucapnya.

Dia mengklaim hal ini tidak bisa dilepaskan dari  kegiatan sosialisasi KPU yang gencar dilakukan sebelum pencoblosan. Terlebih lagi selalu ditekankan jika menyalurkan hak suara merupakan bagian dari iman. Termasuk berbagai upaya sosialisasi lainnya sehingga partipasi pemilih menjadi meningkat. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia