Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Bongkar Pasang Tenda Inkonsisten Di Selter Kota Barat

20 April 2019, 17: 00: 06 WIB | editor : Perdana

BELUM PATUH: Tenda PKL di selter Kota Barat yang seharusnya dibongkar usai digunakan berdagang. 

BELUM PATUH: Tenda PKL di selter Kota Barat yang seharusnya dibongkar usai digunakan berdagang.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kewajiban bongkar pasang tenda bagi pedagang kaki lima (PKL) di selter Kota Barat tidak dipatuhi PKL setempat. Pemkot pun terkesan memberikan kelonggaran. Padahal lokasi tersebut juga dipakai lahan parkir dan zona penurunan murid yang diantar ke sekolah.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, sepekan setelah diresmikan, tenda PKL tetap berdiri di malam maupun siang hari. Sesuai aturan sebelumnya, rampung berdagang, tenda harus dibongkar.

"Memang disarankan untuk bongkar pasang. Namun, ada beberapa alasan yang membuat pedagang belum bisa konsisten melakukan pembongkaran. Ke depan kami tekankan lagi, sementara ini masih penyesuaian," ucap Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Didik Anggono, Jumat (19/4).

Jika tenda PKL tidak dibongkar, lanjut Didik, mengurangi kapasitas parkir kendaraan. Selain itu, tenda juga cepat rusak akibat pengaruh cuaca. 

Di lain sisi, Disdag segera menata sejumlah PKL siang hari yang mangkal di sekitar selter Kota Barat. “Diatur agar lokasi tidak terlihat kumuh," tegas Didik. 

Ketua PKL Kota Barat Budiono menyatakan, belum dibongkarnya tenda usai berdagang karena pedagang masih dalam tahap adaptasi. Dia memastikan seluruh PKL siap menaati aturan.

"Ini masih penyesuaian. Arahan dari dinas memang harus dibongkar, mungkin perlu waktu," katanya. 

Terkait omzet PKL di lokasi baru, Budiono mengakui ada peningkatan. "Sepekan ini progresnya bagus. Semoga puasa nanti bisa makin baik penjualannya," harap dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia