Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

BPJS Bayar Hutang Sebesar Rp 11 T

20 April 2019, 18: 11: 40 WIB | editor : Perdana

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dr Bimantoro

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dr Bimantoro (SERAFICA GISCHA PRAMESWARI/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Klaim rumah sakit yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan sudah jatuh tempo. Untuk itu BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang, khususnya terkait klaim jatuh tempo kepada rumah sakit. Selain itu sebesar Rp 1,1 triliun dibayarkan dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dr Bimantoro menyampaikan tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo akan dibayarkan pihaknya. BPJS Kesehatan juga membayarnya dengan mekanisme first in, first out. Urutannya disesuaikan dengan catatan yang ada di kantor BPJS Kesehatan Cabang Surakarta. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu

”Pembayaran kapitasi biasanya memang di tanggal 15 untuk FKTP. Tapi ada kemungkinan pembayaran bisa dilakukan hari berikutnya, jika tanggal tersebut pas hari libur. Dengan dibayarkannya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, kami harapkan pihak faskes (fasilitas kesehatan) juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Pihak rumah sakit juga bisa optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama pada pasien JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat),” jelas Bima kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (16/4).

Ditambahkan Bima, khusus wilayah kerja kantor BPJS Kesehatan Cabang Surakarta sepanjang April 2019 telah membayarkan dana kapitasi, dan tagihan klaim sebesar Rp 410.539.720.125. Dengan 457 FKTP dan 46 FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut). Sampai saat ini BPJS Kesehatan selalu berkoordinasi dengan faskes yang melayani JKN KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi. Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.

”Ke depan, pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas program JKN-KIS, dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki,” pungkasnya. (gis/nik)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia