Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Mahasiswa UMS Juarai Debat Bahasa Arab Tingkat ASEAN 

21 April 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : Perdana

MUMPUNI: Yahya tunjukkan piagam kemenangan debat Bahasa Arab tingkat ASEAN.

MUMPUNI: Yahya tunjukkan piagam kemenangan debat Bahasa Arab tingkat ASEAN. (DOKUMEN PRIBADI)

SOLO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi bagi kampusnya. Prestasi ini diraih dalam kompetisi debat Bahasa Arab, UNISI Arabic Debating Championship (UADC) tingkat ASEAN. Kompetisi yang digelar selama tiga hari, Sabtu–Senin (13-15/4/) diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dan Al-Markazi Jogjakarta.

Dalam kompetisi tersebut, UMS diwakili oleh satu tim yang beranggotakan empat orang, yaitu Yahya Fathur Rozy (Prodi Ilmu Qur'an dan Tafsir FAI UMS), Luth Hafizh Bahtiar (Prodi Pendidikan Agama Islam Internasional, FAI UMS), Muhammad Ikhsanudin Hidayat (Prodi Ilmu Qur'an dan Tafsir FAI UMS), dan Rima Hanifah Azmi (Prodi Pendidikan Agama Islam Internasional FAI UMS).

UMS terhenti di ranking 14. Sehingga tidak dapat melanjutkan di babak quarter final. Meski begitu, secara individu UMS berhasil menyabet gelar best speaker di ajang tingkat ASEAN yang diikuti oleh 112 debatter dari 28 tim itu. Prestasi ini diraih oleh Yahya Fathur Rozy.

Yahya mengatakan gelar tersebut diraihnya dalam babak penyisihan, mulai dari babak pertama hingga babak kelima. Dari kelima babak tersebut, dia berhasil memperoleh best speaker sebanyak empat kali dengan poin 451,83. Penghitungan poin untuk best speaker hanya dihitung selama babak penyisihan. 

Menurut Yahya, kemampuannya dalam berbahasa asing ini tidak diperoleh secara instan. Dia telah belajar Bahasa Arab dan Inggris sejak duduk di bangku SMP.

“Dulu aku lulusan pondok modern Ar-Risalah Islamic International College Ponorogo. Aku mondok di sana enam tahun, dari SMP sampai SMA. Di situ aku belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris. Jadi sistemnya setiap hari itu pakai bahasa Arab, kalau nggak bahasa Inggris,” ungkapnya. 

Dia memberikan tips bagi mahasiswa yang juga ingin mahir dalam berbahasa asing. Di antaranya dengan langsung praktik bersama teman secara konsisten. Selanjutnya perbanyak public speaking, berbicara dalam sebuah forum yang luas, sebab di situ mahasiswa dapat melatih mental agar tidak gugup.

“Banyak baca berita yang up to date, karena dalam debat itu dibicarakan peristiwa yang lagi hangat-hangatnya terjadi. Coba melihat satu permasalahan jangan hanya pada satu sisi saja, tapi lihat dari sisi yang lain. Ini akan menimbulkan critical thinking. Kemudian ikutilah event-event meskipun tidak menang,” tandasnya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia