Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Atikoh Ganjar Pranowo: Perempuan Itu Harus Cerdas dan Mandiri

22 April 2019, 19: 40: 47 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Siti Atikoh Ganjar Pranowo

Siti Atikoh Ganjar Pranowo

 RADAR SOLO - Perempuan modern memiliki tuntutan lebih kompleks.  Tidak hanya cerdas, tapi harus mandiri, sehat dan bahagia. Karena di era sekarang, perempuan memiliki kesempatan luas untuk berkarya dalam berbagai bidang.  

Siti Atikoh Ganjar Pranowo  mengatakan, kebebasan yang didapat perempuan saat ini tentu tidak lepas dari peran dan jasa Kartini. Begitu besar jasa pahlawan emansipasi ini kepada perempuan-perempuan di Indonesia.

“Berkat perjuangannya, perempuan Indonesia saat ini memiliki kesempatan mengaktualisasikan dirinya dalam berbagai bidang kehidupan, seperti sosial, politik maupun budaya,” kata istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini usai mengikuti acara Kartini’s Ride dalam rangka memperingati Hari Kartini, Minggu (21/4).

Untuk menjadi cerdas dan mandiri, perempuan harus memiliki pondasi kuat, yakni dengan pendidikan yang baik. Sebab, pendidikan akan menjadi bekal ketika seseorang terjun ke masyarakat dan dalam mengambil pekerjaan baik itu di sisi formal maupun informal. “Banyak perempuan sukses di berbagai bidang, termasuk usaha-usaha kreatif,” ujarnya.

Perempuan masa kini ungkapnya harus meneladani semangat dan perjuangan Kartini. Meski peran perempuan dalam banyak bidang sudah terbuka lebar, namun seorang perempuan harus cerdas dalam membagi waktu agar seimbang. Baik antara kehidupan pribadinya, keluarga dan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga seorang perempuan dengan karir bagus di pekerjaan, harus bagus pula hubungannya dengan masyarakat sekitar.

“Memang terkadang kalau satu agak menonjol sisi lain agak njomplang, seperti ada seorang perempuan yang sukses di kantor, ternyata dengan tetangga sendiri tidak kenal. Padahal, bermasyarakat itu penting. Nah inilah yang harus disadari oleh perempuan. Jadilah perempuan cerdas, mandiri dan memberikan pengaruh positif di mana pun, terutama dengan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Berbagai peran dengan seimbang diakui Atikoh, terkadang memang sulit. Namun, seorang perempuan harus cerdas sehingga mampu menyiasati. Ia pun bercerita bagaimana menjalankan perannya sebagai seorang ibu, sebagai pendamping suami dan juga sebagai dirinya sendiri dengan begitu banyak pekerjaan, kegiatan dan tanggung jawab. Kuncinya, terbiasa menggunakan komunikasi terbuka dalam keluarga.

“Jadi kalau saya sudah sering nggak di rumah, anak saya yang protes. Itu disampaikan langsung agar saya tahu, karena kalau tidak bilang kan ya saya tidak tahu. Makanya setiap pekan harus memiliki waktu khusus dengan anak dan suami untuk ngobrol banyak hal,” ujar ibu dari Muhammad Zinedine Alam Ganjar ini.

Atikoh menegaskan, perempuan-perempuan Indonesia merupakan perempuan yang tangguh dan harus berani ambil bagian dalam membangun bangsa ini. Turut menebarkan kedamaian dan kegotongroyongan. Ambil peran agar bisa bermanfaat bagi orang lain. “Yang sudah menjadi ibu, didiklah anak dengan penuh kasih agar menjadi penerus bangsa yang hebat, karena ibu merupakan masdrasah pertama bagi seorang anak,” terangnya.

Pada Hari Kartini yang biasa diperingati setiap 21 April ini, Atikoh berpesan kepada perempuan-perempuan modern saat ini untuk meneladani perjuangan Kartini. Menjadi perempuan yang cerdas, mandiri, sehat dan bahagia.

“Dengan begitu, maka perempuan Indonesia dapat mengaktualisaiskan dirinya dan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat, bangsa dan negara. Untuk meneladani perjuangan Kartini, perempuan Indonesia harus bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan bangsanya,” tuturnya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia