Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Pendidikan Karakter Jadi Prioritas Siti Atikoh Ganjar Pranowo

22 April 2019, 20: 00: 09 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Satuan Karya Pramuka Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informasi Digital (SAKA MILENIAL).

Satuan Karya Pramuka Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informasi Digital (SAKA MILENIAL).

RADAR SOLO - Menjadi pendamping orang nomor satu di Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo juga memiliki banyak tugas yang harus diemban dan harus dijalankan dengan optimal. Mulai dari ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, ketua Dekranasda Jateng, ketua Forikan Jateng, Bunda PAUD Jateng, ketua LKKS Jateng, ketua Badan Kehormatan PPTI Wilayah Jawa Tengah hingga ketua Kwartir Daerah Provinsi Jawa Tengah.  

Pada bidang kepramukaan, Siti Atikoh merupakan perempuan pertama yang terpilih menjadi Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Jawa Tengah. Istri Gubernur Jawa Tengah ini menyampaikan Pramuka merupakan salah satu pendidikan karakter yang penting untuk generasi bangsa.

“Saya mau dan banyak berkegiatan di Pramuka ini karena berkaitan dengan pendidikan karakter, dan saya memang konsen pada pendidikan karakter karena itu sangat penting,” ujarnya.

Melalui kegiatan Pramuka, Atikoh ingin generasi muda Indonesia bisa menjadi generasi yang kreatif dan inovatif dalam berkarya. Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa. Terlebih pada era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang kian canggih seperti sekarang, benteng anak bangsa harus kuat terhadap beragam gempuran yang luar biasa. Di Jawa Tengah, saat ini telah dibentuk Saka Milenial. Yaitu, gerakan untuk bersama menangkal hoaks dan menebarkan pengaruh positif pada masyarakat yang dilakukan oleh para Pramuka.

Menjadi yang pertama di Indonesia, keberadaan Saka Milenial diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat dari peredaran informasi menyesatkan. “Kita perlu orang-orang yang baik dan saleh untuk bisa membagikan kesalehannya kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial oleh anak-anak Pramuka ini,” tambahnya.

Dia berharap Gerakan Pramuka Daerah Jateng dapat menjadi "kantor berita" atau menjadi penyebar berbagai informasi positif, membangun, dan membanggakan. “Sekarang ini harapannya adalah Pramuka sekaligus sebagai 'kantor berita.' Jangan penuhi sosial media dengan berita-berita negatif melainkan harus banjiri dengan berbagai informasi positif,” ujarnya.

Dengan adanya beragam informasi positif atas berbagai kegiatan kepramukaan, maka dapat memberikan dan menyebarkan virus positif kepada generasi muda. Selain itu, Pramuka bisa berkontribusi secara langsung terhadap permasalahan yang ada di tengah masyarakat, termasuk memberikan solusi.

“Ini nanti kita dorong lebih luas, seperti permasalahan sampah dengan bagaimana memberikan pengaruh terhadap lingkungan dan masyarakat agar mereka selalu menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Terkait dengan posisinya sebagai ketua Kwarda yang banyak berpatner dengan laki-laki, Atikoh menyatakan tidak menemukan masalah berarti dalam menjalankan tugas yang diembannya sejak November 2018 lalu. “Sebenarnya saat ini laki-laki dan perempuan sudah memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya, di mana pun, dalam bidang apapun. Contohnya banyak perempuan menjadi kepala daerah, menjadi menteri dan posisi strategis lainnya,” katanya.

Dengan menjadi pimpinan dalam berbagai bidang, perempuan kini sudah bisa bersuara dan memberikan warna. “Jadi sekarang kayaknya kok sudah tidak ada lagi dikotomi, kok atasanku perempuan ya, sudah tidak ada lagi seperti itu. Dan di Kwarda ini tidak ada resistensi sama sekali untuk diketuai seorang perempuan. Bagi saya ini sudah biasa, bekerja dengan siapapun tidak mengenal gender yang penting bisa mengikuti irama dan bisa bareng-bareng,” ujarnya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia