Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Duh, 3 Mantan Bupati yang Nyaleg di Dapil IV Gagal Masuk Senayan

22 April 2019, 20: 33: 15 WIB | editor : Perdana

Duh, 3 Mantan Bupati yang Nyaleg di Dapil IV Gagal Masuk Senayan

SRAGEN – Meski penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum rampung, kini mulai beredar nama-nama calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) IV yang diprediksi lolos ke Senayan. Namun, dari caleg dapil Sragen, Wonogiri, Karanganyar yang diperkirakan lolos itu, tidak ada nama tiga mantan bupati yang juga ikut nyaleg.

Mereka yang lolos di antaranya Bambang Wuryanto (PDIP), Endang Maria Astuti (Golkar), Agustina Wilujeng Pramestuti (PDIP), Rinto Subekti (Demokrat). Kemudian, Hamid Nur Yasin (PKS), Paryono (PDIP) dan Ferry Joko Yuliantono (Gerindra). 

Tidak ada nama tiga mantan bupati dalam daftar prediksi lolos. Mantan kepala daerah yang gagal melenggang itu, yakni Agus Fatchur Rahman, mantan bupati Sragen. Kemudian, Danar Rahmanto dan Begug Poernomosidi. Keduanya merupakan mantan bupati Wonogiri.

Politikus senior Saiful Hidayat menuturkan, prediksi yang tersebar di berbagai pesan singkat itu tidak berlebihan dan sangat mungkin terwujud. Menurut dia, perolehan  tiga kursi untuk PDIP di dapil IV ini tidak lebih dari efek pencapresan Joko Widodo. 

"Tidak mengherankan, dua orang incumbent dan satu lagi ketokohan dan sumber dayanya kuat (caleg yang lolos, Red),” terangnya.

Disinggung soal para mantan bupati yang gagal bersinar, Saiful menjelaskan, itu disebabkan banyak alasan. Untuk Agus Fatchur Rahman, dia dinilai overconfident. Agus hanya menggarap Sragen. Namun kabupaten lain tidak tergarap dengan baik.

”Di Karanganyar saja perolehan bisa dua kali lipat dari Sragen. Sedangkan Wonogiri sangat banyak, kantong suara terkecil itu di Sragen, terbesar di Wonogiri,” tutur Saiful.

Sementara, Danar Rahmanto dinilai salah kendaraan partai. Itu mengingat PDIP di dapil IV DPR RI punya kompetitor yang kuat, termasuk petahana.

 ”Sebenarnya kalau dari partai lain justru kemungkinan besar lolos,” terang Saiful.

Sedangkan Begug Poernomosidi memang ketokohannya sudah dikenal masyarakat luas. Tetapi Begug memang sudah berusia lanjut. Selain itu, kendaraan partainya juga kurang diminati masyarakat. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia