Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Viral Video KPPS Boyolali Cobloskan Warga, Kasus Akan Dilanjutkan

22 April 2019, 20: 37: 12 WIB | editor : Perdana

Komri (kiri) didampingi Panwascam Wonosegoro dan Penjabat Kades Karangjati saat menunggu klarifikasi di kantor Bawaslu Boyolali

Komri (kiri) didampingi Panwascam Wonosegoro dan Penjabat Kades Karangjati saat menunggu klarifikasi di kantor Bawaslu Boyolali

BOYOLALI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kepolisian, dan kejaksaan telah berkoordinasi terkait  rekaman video pencoblosan surat suara oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 08 Dukuh Winong, Desa Karangjati. 

Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) merekomendasikan agar kasus yang sudah viral di media sosial (medsos) itu dilanjutkan.

Rakor Sentra Gakkumdu yang digelar di kantor Bawaslu Boyolali Senin (22/4), diikuti lima komisioner Bawaslu. Kemudian, juga hadir Kasatreskrim Polres Boyolali Iptu Mulyanto, Kasi Pidum Kejari Boyolali Aditya Satya LB serta anggotanya masing-masing.

"Kesimpulannya, dari Tim Sentral Gakkumdu menyepakati bahwa kasus ini telah memenuhi syarat formil dan materiil,” kata Komisioner Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Puspaningrum.

Artinya, aksi pencoblosan oleh Komri, anggota KPPS 08 Dukuh Winong, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro itu masuk kategori dugaan pelanggaran pidana pemilu. 

Puspa menyatakan, dalam tujuh hari ke depan, Bawaslu harus melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait. Di antaranya pelapor, terlapor, dan saksi-saksi.

“Setelah rapat Gakkumdu ini kami langsung klarifikasi PTPS (Pengawas TPS), Ketua KPPS, dan anggota KPPS yang melakukan pencoblosan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota KPPS 08 Dukuh Winong diduga melakukan pelanggaran pemilu lantaran mencobloskan surat suara untuk 10-an warga. Rekaman video aksi mencobloskan surat suara itu kemudian tersebar dan menjadi viral di media sosial. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia