Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tambah 20 Armada Baru Angkutan Kota

23 April 2019, 08: 55: 59 WIB | editor : Perdana

TERUS DIEVALUASI: Operasional feeder di jalur-jalur Kota Bengawan dan sekitarnya memudahkan transportasi warga.

TERUS DIEVALUASI: Operasional feeder di jalur-jalur Kota Bengawan dan sekitarnya memudahkan transportasi warga.

SOLO - Usai mendatangkan 30 armada baru di akhir 2018 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bakal menambah kembali angkutan sejenis dalam waktu dekat ini. Targetnya sebelum akhir tahun ini, 20 armada baru akan melengkapi operasional angkutan publik di Kota Bengawan. 

Kepala Bidang Angkutan Kota Surakarta Dinas Perhubungan Kota Surakarta Taufiq Muhammad mengatakan bahwa penambahan armada baru itu telah diajukan jauh-jauh hari. Namun, mengingat terbatasnya anggaran, tahun ini hanya bisa mengajukan sekali penambahan armada. 

“Pengajuan sudah dari akhir 2018 lalu. Makanya 20 armada ini baru akan turun tiga bulan lagi karena ini masih lelang,” jelas Taufiq, kemarin (22/4).

Dioperasikan akhir 2016 lalu, angkutan feeder telah berubah menjadi transportasi yang lebih baik lagi sebagai jawaban perubahan atas tuntutan zaman akan moda transportasi perkotaan yang lebih nyaman dan efisien dari sebelumnya. Sejak saat itu, peremajaan angkutan kota lama menjadi feeder terus dilakukan secara bertahap. 

“Angkutan kota ada 139 armada. Di akhir 2017 lalu, 71 armada baru diturunkan untuk mengganti sebagian angkutan kuning. Kemudian 2018 turun 30 armada lagi untuk peremajaan selanjutnya. Nah, tahun ini turun 20 armada untuk melengkapi rute-rute yang armadanya masih belum diremajakan,” jelas Taufiq. 

Meski peremajaan armada terus dilakukan oleh pemerintah setempat, operasional feeder ini masih sering dikeluhkan para penggunanya. Mulai dari ketepatan waktu hingga masalah operasional seperti disewakan dan lainnya. 

Lantas apa yang akan dilakukan pemerintah dari sisi pelayanan ini? Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno berjanji akan terus mengevaluasi teknis dan pelayanan feeder ini. Salah satunya dengan melengkapi armada dengan sistem GPS. Dengan demikian, posisi dan keberadaan armada feeder akan terpantau. Bila melanggar bisa langsung ditegur.

“Sistem GPS ini jelas membantu pengemudi menemukan rute perjalanan. Sehingga saat ada perubahan rute angkutan di tengah pembangunan infrastruktur lalu lintas di Solo bisa diantisipasi dengan baik. Manfaat lainnya aktivitas angkutan jenis ini akan terpantau jelas selama jam operasional mereka,” tutur Hari.  (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia