Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Keluhkan Penataan Los dan Kios Pasar Jebres

23 April 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

MODEL KLASIK: Pasar Jebres yang diresmikan belum lama ini. Desain bangunan menyesuaikan bentuk Stasiun Jebres di sisi depan pasar. 

MODEL KLASIK: Pasar Jebres yang diresmikan belum lama ini. Desain bangunan menyesuaikan bentuk Stasiun Jebres di sisi depan pasar.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Sejumlah pedagang Pasar Jebres merasa kecewa dengan penataan los dan kios di pasar setempat. Sebab itu, mereka meminta pemkot melakukan kajian ulang.

Salah seorang pedagang kuliner Kusmiyati mengatakan, pedagang lama yang sudah lebih dahulu berjualan sebelum pasar direvitalisasi hanya mendapat los. Sedangkan pedagang baru malah mendapatkan kios.

"Kami kecewa karena pembagiannya tidak transparan. Beberapa pedagang mengaku membuat permohonan surat sehingga mendapat kios tersebut. Kami rasa sosialisasi yang dilakukan pengelola pasar tak seluruhnya diketahui pedagang, sehingga terjadi penempatan yang tidak sesuai. Kami minta pemkot segera menindaklanjuti persoalan ini agar tidak ada kesalahpahaman antarpedagang," urainya kemarin (22/4).

Menurut Kusmiyati, jika menempati los, pedagang hanya mendapatkan tempat berdagang dengan ukuran 1,5x1,5 meter. Ini menyebabkan mereka harus izin kepada pedagang lain guna berbagi tempat karena barang yang dijual membutuhkan lokasi lebih luas. 

Pedagang lainnya Sukarto menjelaskan, saat sosialisasi oleh pemkot, beberapa pedagang tidak hadir. "Beberapa pedagang memang tidak hadir sehingga informasi pembagian los dan kios tidak tersampaikan dengn baik. Bisa dapat lokasi di lantai dua sudah cukup. Tapi, tidak ada salahnya jika pemkot segera menyelesaikan persoalan yang masih menimbulkan kesenjangan antara pedagang," paparnya.

Merespons keluhan pedagang, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Subagiyo menerangkan, sosialisasi penataan los dan kios sudah dilakukan hingga lima kali. Bila ada keluhan dari pedagang, diminta segera disampaikan ke dinas terkait untuk dicarikan solusinya. "Perlu diingat penempatan (pedagang, Red) sudah sesuai dengan aturan,” ujar dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia