Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pecinta Satwa Sodorkan Data Distribusi hingga Penjagalan Anjing

24 April 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

SOROTAN: Salah satu warung yang menyajikan menu berbahan daging anjing.

SOROTAN: Salah satu warung yang menyajikan menu berbahan daging anjing. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Sejumlah komunitas pecinta satwa yang tergabung dalam Dog Met Free Indonesia (DMFI) bakal menyerahkan sejumlah bukti terkait peredaran dan tingkat konsumsi daging anjing di Kota Bengawan kepada Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Kamis (25/4).

Mereka berharap, pemkot ikut berperan aktif menekan tingkat konsumsi daging anjing karena dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

"Ini tindak lanjut dari kunjungan kami awal bulan lalu. Kamis besok, kami lengkapi data-datanya," terang perwakilan komunitas Sahabat Anjing Surakarta Candra Tri Santoso kemarin (23/4).

Data tersebut antara lain distribusi anjing, proses penjagalan, hingga daging anjing disajikan kepada konsumen

Koalisi DMFI regional Solo Go Mustika menuturkan, kepedulian masyarakat terhadap dampak mengonsumsi daging anjing terhadap kesehatan masih rendah. Meskipun Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah menerbitkan surat edaran pada September 2018 tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran/Perdagangan Daging Anjing di Indonesia sebagai respons kekhawatiran penyebaran penyakit berbahaya dampak mengonsumsi daging anjing.

"Data 2016, ada lebih dari 100 warung kuliner olahan daging anjing di Solo. Saat ini bisa naik dua kali lipat. Kalau memaksa menutup warung jelas tidak bisa. Makanya kami berupaya mengubah penilaian masyarakat dari sisi kesehatan,” jelasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia