Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pemasaran Marketplace Butuh Strategi, BI dan Pemkot Gelar Workshop

24 April 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Pemasaran Marketplace Butuh Strategi, BI dan Pemkot Gelar Workshop

SOLO – Di era revolusi industri 4.0, semua sektor harus melek media. Tercatat data penetrasi internet di Indonesia mencapai 54 persen. Dari total jumlah penduduk di Indonesia. Ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terutama bagaimana caranya menerapkan strategi pemasaran terbaik.

Saat ini, pemasaran produk UMKM sudah bergeser via online atau digital. Meski mudah, tetap dibutuhkan strategi pemasaran andal dengan marketplace. Untuk itu Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarya memberikan pembekalan terhadap UMKM. Agar mampu bersaing di marketplace.

Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Surakarta Bakti Artanta mengatakan, pengembangan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan daerah. Kondisi tersebut dapat dilihat dari berbagai data empiris. UMKM cukup dominan dalam perekonomian Indonesia. Berkontribusi dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB), potensi penyerapan tenaga kerja, dan ekspor.

”Dari data, kontribusi UMKM sekitar 60 persen dalam pembentukan PDB. Sementara penyerapan lapangan kerja hampir 97 persen. Bahkan UMKM menjadi sektor ekonomi terkuat dalam menghadapi berbagai krisis. Namun, mereka tetap perlu melakukan peningkatan capacity building agar semua dapat berjalan baik dan lancar,” kata Bakti kepada Jawa Pos Radar Solo usai workshop Sukses Wirausaha di Zaman Digital di KpwBI Surakarta, kemarin (23/4).

Di era revolusi industri 4.0, hampir 56 persen industri sudah melek digital. UMKM mau tidak mau harus berkembang dan belajar. Agar tidak tertinggal dengan pelaku usaha lainnya. Salah satu yang diajarkan pada workshop, yakni cara upload foto produk ke marketplace atau toko berbasis daring. Bagaimana caranya agar produk yang ditawarkan terlihat menarik.

Asisten Pengembangan Ekonomi Sekda Kota Surakarta Agus Sutrisno menambahkan, di era revolusi industri 4.0, semua sektor harus bisa menyesuaikan, tanpa terkecuali. UMKM sudah banyak mendapatkan pelatihan. Bahkan diberi kemudahan. Karena BI juga memiliki mitra marketplace. Di Kota Bengawan, hampir seluruh UMKM mengarah ke pemasaran secara daring atau online.

”Di Solo sudah banyak pelaku UMKM bermain di marketplace. Selain banyak pelaku usahanya, produk dan inovasi yang dilakukan juga beragam. Apalagi saat ini banyak fasilitas yang mendukung kelancaran digital,” beber Agus. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia