Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Duka Pemilu Karanganyar, PPK dan Ketua KPPS Meninggal 

24 April 2019, 17: 29: 14 WIB | editor : Perdana

Sejumlah anggota komisioner Bawaslu dan KPU saat takziah di rumah duka almarhum Sapto Nugroho

Sejumlah anggota komisioner Bawaslu dan KPU saat takziah di rumah duka almarhum Sapto Nugroho

Share this      

KARANGANYAR – Kabar duka kembali datang dari para pejuang pemilu. Dua orang penyelenggara pemungutan suara di Karanganyar meninggal. 

Sapto Nugroho, 59, yang menjabat sebagai panitia pemilihan kecamatan (PPK) Tasikmadu meninggal dunia pada Selasa (23/4) tengah malam.

Warga Dusun Ngijo, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu itu sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar sejak Kamis (18/4) siang.

Kepala Bidang Promosi Kesehatan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Imam Saryono menerangkan, sebelum dirawat di RS, almarhum Sapto sempat meminta izin kemungkinan melakukan pemungutan suara di RS PKU Muhammadiyah.

Bahkan, sebelumnya Sapto juga sempat bertanya terkait kamar dan pesan kepada sang istri. Sebab, saat bertugas dalam penghitungan suara, dia merasa tidak enak badan dan ingin opname untuk istirahat.

“H+1 pemilu, almarhum masuk RS, saat itu langsung ke ruang ICU karena kondisinya drop. Beberapa hari membaik, pindah ke bangsal, tapi kondisinya kembali drop," tutur Imam Rabu (24/4).

Kemudian, pada Selasa (23/4) sore, Sapto dipindahkan lagi ke ICU. Namun, malam harinya dikabarkan meninggal.

Apa diagnosis penyakit yang diderita almarhum? Imam mengaku, ia tidak begitu tahu penyakit pasti hingga almarhum meninggal. 

Namun, dari beberapa informasi yang ia peroleh, tensi darah almarhum Sapto merosot hingga 70/29 dan kemungkinan bakal terkena gejala stroke.

Sementara itu, kabar duka juga datang dari Desa Jati, Kecamatan Jaten. Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Desa Jati Albertus Tri Nugroho, 59, meninggal Rabu (24/4) pagi.

Ketua PPK Jaten Sumaryanto Dwi Atmono mengatakan, almarhum Albertus meninggal diduga lantaran kelelahan dan kelebihan mengonsumsi suplemen. Sehingga mengakibatkan lemah jantung dan meninggal. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia