Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Delapan Peserta UNBK Gugur

24 April 2019, 20: 12: 10 WIB | editor : Perdana

BERHARAP BAIK: Siswa SMP di Karanganyar mengikuti UNBK sejak Senin lalu.

BERHARAP BAIK: Siswa SMP di Karanganyar mengikuti UNBK sejak Senin lalu. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Delapan siswa SMP di Karanganyar dipastikan gagal mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Pasalnya, sebelum ujian tersebut digelar mereka telah menyatakan mengundurkan diri.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Karanganyar Agus Haryanto mengatakan, hasil evaluasi selama dua hari pelaksanaan UNBK, delapan peserta didik tidak ikut dalam ujian tersebut. Rinciannnya, 2 siswa masing-masing dari SMPN 1 Mojogedang dan SMP Amal Mulya. Kemudian 1 siswa masing-masing dari SMP Penda Tawangmangu, SMPN 2 Mojogedang, SMP Muhammadiyah 9 Jaten, dan SMP Muhammadiyah 8 Kebakkramat.

“Kalau penyebabnya mereka (peserta didik) tidak ikut ujian, kami tidak begitu tahu. Kemungkinan ada yang pindah dan mungkin ada yang sedang sakit,” ujarnya.

Sampai dengan saat ini, pihaknya masih menunggu penyebab delapan anak tersebut tidak mengikuti ujian. Jika memang mengundurkan diri karena pindah atau tidak bersekolah di sekolah tersebut, maka dinas tidak akan menggelar ujian susulan.

“Itu kalau yang sudah pindah jelas, tidak akan kami gelar. Tapi kalau ada yang izin atau mengundurkan diri karena sakit, maka ujian susulan akan kami laksanakan di masing-masing sekolah,” terangnya.

Sementara itu diketahui sebelumnya, sebanyak 33 SMP/MTs di Karanganyar sejak Senin (23/4) menggelar UNBK dengan menumpang ke sejumlah SMA/SMK terdekat. Total ada 12.587 siswa dari 102 SMP/MTs sederajat melaksanakan UNBK yang digelar di masing-masing sekolah.

“Dari total 102 sekolah SMP/MTs atau sederajat, 56 sekolah diketahui berstatus negeri, sedangkan 46 sekolah swasta. Pelaksanaan 100 persen UNBK pada 2019 ada kategori mandiri dan menumpang. Kami mendata sekolah penyelenggara UNBK mandiri ada 69 sekolah, sedangkan 33 sekolah menumpang ke SMA/SMK terdekat,” ujarnya. (rud/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia