Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Tarif Irigasi Sumur Dalam Dikeluhkan Petani Desa Gebang

24 April 2019, 20: 32: 38 WIB | editor : Perdana

SUBUR: Petani Desa Gebang, Kecamatan Masaran cek tanaman padi.

SUBUR: Petani Desa Gebang, Kecamatan Masaran cek tanaman padi. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sejumlah petani di Desa Gebang, Kecamatan Masaran mengeluhkan tingginya biaya operasional sumur dalam untuk irigasi lahan yang dikelola perangkat desa setempat. Mereka meminta biaya irigasi diturunkan dari Rp 55 ribu per jam menjadi Rp 45 ribu per jam.

”Apakah pengelolaan atas nama desa atau personal kadus (kepala dusun,Red), kami tidak tahu persis. Hanya saja, sejak dikelola perangkat desa, biaya operasional irigasi menjadi Rp 55 ribu per jam. Sebelumnya Rp 45 ribu per jam,” urai tokoh masyarakat Gebang Purwanto, Selasa (23/4). 

Menanggapi keluhan itu, Kepala Desa (Kades) Gebang Jumanto menjelaskan, pengelolaan sumur dalam dilakukan Kadus Suroso. Hanya saja, pengelolaan tersebut bukan atas nama desa, melainkan kadus pribadi. Soal besaran biaya penggunaan irigasi sumur dalam, pihak desa menyerahkan sepenuhnya kepada kesepakatan antara pengelola sumur dalam dengan kelompok tani.

”Bila biaya operasional (irigasi sumur dalam,Red) masih dinilai memberatkan, kami siap memediasi antara petani dengan pengelola,” terang Jumanto.

Ditambahkan dia, tujuan awal pengelolaan sumur dalam untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di Desa Gebang. Sebab itu, jika ada permasalahan memang seharusnya dimusyawarahkan. (din/wa)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia