Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Abaikan Bawaslu,KPU Ogah Pemungutan Ulang di TPS Bermasalah yang Viral

24 April 2019, 22: 28: 09 WIB | editor : Perdana

Abaikan Bawaslu,KPU Ogah Pemungutan Ulang di TPS Bermasalah yang Viral

BOYOLALI - Komisi pemilihan umum (KPU) Boyolali tak mau melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 08 Dukuh Winong, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro. Padahal  PSU tersebut merupakan rekomendasi badan pengawas pemilu (Bawaslu) Boyolali.

Ada dua alasan tak dilaksanakannya rekomendasi PSU tersebut. Yakni, karena seluruh kotak suara dari Kecamatan Wonosegoro telah sampai kembali di KPU Boyolali.

”Kemudian, unsur sebagaimana yang diatur tentang PSU tidak ada yang terpenuhi,” kata Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin Rabu (24/4).

Aturan yang dimaksud yakni, pasal 372 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam aturan itu ada sejumlah kondisi di mana PSU dapat dilakukan. Di antaranya ada bencana alam dan atau kerusuhan.

Kemudian, pembukaan kotak suara dan atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan. Serta, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan pemilih sehingga tidak sah, dan lain-lain.

 ”Kalau melihat faktanya, tidak ada surat suara yang menjadi rusak. Kemudian, petugas KPPS juga diminta langsung oleh pemilih untuk mencobloskan,” kata Ali.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal, Rubiyanto menegaskan, pihaknya tetap mempertahankan rekomendasi yang telah diberikan. Itu meski KPU dalam suratnya menyampaikan berbagai alasan hukum.

”Ya kami akan balas surat KPU, dengan tetap merekomendasikan diadakan PSU di TPS 08, Desa Karangjati,” papar Rubi.

Diberitakan sebelumnya, kasus di TPS 08 bermula saat salah seorang anggota KPPS Komri mencobloskan surat suara milik sejumlah pemilih. Rekaman video mencobloskan itu kemudian menjadi viral. Namun, Komri berdalih jika dia hanya dimintai tolong sejumlah pemilih untuk mencobloskan. Prosedur untuk mencobloskan juga sudah dipenuhi.

Ketua Bawaslu Boyolali Taryono mengatakan, pihaknya menemukan ketidakkonsistenan keterangan ketua KPPS Jumadi dan anggota KPPS Komri yang mencobloskan. Keduanya yang telah dimintai klarifikasi, menyatakan hal berbeda. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia