Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Kecelakaan, Dua Murid Gagal UNBK

24 April 2019, 22: 33: 11 WIB | editor : Perdana

CARI JAWABAN: Murid SMP mengerjakan naskah soal UNBK. Beberapa faktor menyebabkan sejumlah pelajar tak bisa ikut ujian.

CARI JAWABAN: Murid SMP mengerjakan naskah soal UNBK. Beberapa faktor menyebabkan sejumlah pelajar tak bisa ikut ujian. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) tingkat SMP/MTs berkurang. Sebab, sebelum digelar ujian, dua murid meninggal dunia karena kecelakaan. Sedangkan pada hari kedua ujian, Selasa (23/4), ada lima peserta ujian sakit.

Pelajar yang meninggal dunia yakni Elson Victory Santoso murid SMP Pangudi Luhur Giriwoyo dan Andi Siswanto pelajar MTs Tawangharjo, Giriwoyo. "Kami turut prihatin ada siswa kami yang meninggal kecelakaan sehingga akhirnya tidak bisa mengikuti ujian nasional," terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Siswanto kemarin (23/4).

Menurutnya, jauh hari sebelum ujian, disdikbud sudah mengimbau kepada sekolah melakukan upaya agar siswa lebih fokus belajar dan mengurangi kegiatan. “Tapi ya kecelakaan bisa kapan pun terjadi," katanya.

Sementara itu, pada hari kedua ujian, terdapat lima siswa yang izin sakit. Salah seorang murid di antaranya sakit akibat kecelakaan. Yakni atas nama Prasetyo Dwi Prabowo murid SMP Pancasila 14 Eromoko.

Terkait pelaksanaan ujian, Siswanto mengklaim tanpa kendala. Baik yang berbasis komputer maupun kertas pensil. Meskipun, ada sekolah yang harus digabung untuk mengikuti ujian. Di antaranya SMP Terbuka 1 Purwantoro bergabung dengan SMPN 1 Purwantoro.

Untuk kepesertaan UNBK 2018/2019, sudah mencapai 70 persen. Yakni diikuti 100 sekolah dengan rincian 77 SMP dan 23 MTs. Jumlah peserta UNBK sebanyak 10.321 siswa SMP dan MTs, sedangkan UNKP sebanyak 3.033 siswa SMP. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia